AYOJAKARTA.COM - Mengalami gangguan kecemasan bisa menjadi hal yang sangat membingungkan dan menakutkan.
Perasaan cemas yang berlebihan, sulit tidur, pikiran yang terus menerus berputar, hingga fisik yang terasa tegang merupakan beberapa gejala yang mungkin kamu alami.
Mungkin kamu bingung ketika memutuskan untuk mencari bantuan profesional, harus pergi ke psikolog atau psikiater?
Memahami perbedaan antara psikolog dan psikiater serta kapan waktu yang tepat untuk mengunjunginya dapat membantu kamu mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.
Dikutip AyoJakarta.com dari video YouTube Andri Psikosomatik, Senin (17/6/2024) berikut informasi tentang perbedaan psikolog dan psikiater dalam penyembuhan gangguan kecemasan.
Dr Andri merupakan dokter spesialis kedokteran jiwa Rumah Sakit EMC Alam Sutera yang sering membagikan informasi kejiwaan seseorang.
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami perbedaan antara psikolog dan psikiater dan kapan sebaiknya kita mengunjunginya.
1. Psikolog
Psikolog adalah profesional yang memiliki gelar sarjana di bidang psikologi dan melanjutkan ke jenjang master, biasanya dalam bidang psikologi klinis.
Psikolog fokus pada pendekatan psikososial, yang berarti mereka menggunakan terapi kognitif, terapi psikososial, dan teknik lain untuk membantu pasien mengatasi masalah emosional dan perilaku.
Psikolog tidak meresepkan obat, tetapi mereka sangat terlatih dalam memahami bagaimana pikiran, emosi, dan perilaku saling berkaitan.
Terapi yang diberikan oleh psikolog, seperti terapi kognitif atau hipnoterapi, bertujuan untuk membantu pasien mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak sehat.
2. Psikiater
Psikiater adalah dokter yang mengambil spesialisasi dalam kedokteran jiwa. Pendekatan yang digunakan oleh psikiater mencakup aspek biologis, psikologis, dan sosial (biopsikososial).
Psikiater dapat meresepkan obat untuk menstabilkan sistem saraf pusat yang terganggu, seperti ketidakseimbangan serotonin, dopamin, dan norepinefrin.
Pengobatan dengan obat sering kali diperlukan pada kasus - kasus berat seperti depresi, bipolar, atau gejala psikosomatik yang parah.
Setelah kondisi biologis pasien stabil, psikiater sering bekerja sama dengan psikolog untuk memberikan terapi kognitif yang membantu memperbaiki pola pikir dan perilaku pasien.
3. Kolaborasi Psikolog dan Psikiater
Dalam praktik sehari - hari, psikolog dan psikiater sering bekerja sama, terutama pada kasus yang memerlukan pendekatan komprehensif.
Misalnya, pada kasus depresi berat, seorang psikiater mungkin akan memberikan pengobatan untuk menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu.
Setelah itu, seorang psikolog dapat membantu dengan terapi kognitif untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak sehat.
Baca Juga: Masuk Ranking Top 100 Nasional, Ini 10 SMP Terbaik di Jawa Barat Berdasarkan Nilai Ujian Nasional
Perlu diketahui bahwa pengobatan dengan obat tidak mengubah kepribadian seseorang. Obat-obatan membantu meningkatkan kemampuan adaptasi pasien, tetapi pola pikir dan perilaku harus diperbaiki melalui terapi.
Psikiater mungkin tidak selalu memiliki waktu untuk terapi kognitif yang memerlukan sesi lebih lama, sehingga mereka bekerja sama dengan psikolog untuk memberikan perawatan yang lebih mendalam dan terstruktur.
Lalu untuk gangguan kecemasan harus ke psikiater atau psikolog?
Jika kamu terbatas oleh anggaran atau jarak, pilihlah profesional yang paling mudah dijangkau. Psikolog dan psikiater idealnya harus terbuka untuk merujuk pasien ke profesional lain jika diperlukan.
Misalnya, pada kasus berat seperti skizofrenia atau depresi berat yang tidak bisa ditangani dengan teknik kognitif biasa, seorang psikolog mungkin akan merujuk pasien ke psikiater untuk mendapatkan pengobatan dengan obat.
Memahami kapan harus mengunjungi psikolog atau psikiater adalah langkah penting dalam mendapatkan perawatan yang tepat.
Jika kamu mengalami masalah emosional atau perilaku yang parah, jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional yang sesuai.***

Share this article
Ini perbedaan psikolog dan psikiater untuk mengatasi gangguan kecemasan, lebih tepat datang ke siapa?