AYOJAKARTA.COM - Dikutip dari Psychology Today, sebuah penelitian menemukan selain manfaat yang berkaitan dengan flu biasa dan kanker, vitamin C membantu mengurangi efek stres fisik dan psikologis pada manusia.
Vitamin C sudah menjadi suplemen nutrisi favorit semua orang, meskipun kontroversial, terkait dengan pencegahan flu biasa dan melawan kanker.
Namun vitamin C baru-baru ini menambahkan kesan baru. Vitamin ini membantu mengurangi efek fisik dan psikologis dari stres pada manusia.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Stres Bisa Picu Kanker Lho!
Orang yang memiliki kadar vitamin C tinggi tidak menunjukkan tanda-tanda stres mental dan fisik seperti yang diharapkan ketika menghadapi tantangan psikologis akut.
Terlebih lagi, mereka lebih cepat bangkit dari situasi stres dibandingkan orang dengan kadar vitamin C yang rendah dalam darahnya.
Dalam sebuah penelitian, para peneliti Jerman menjadikan 120 orang sebagai pemicu stres yang pasti, yaitu tugas berbicara di depan umum yang dikombinasikan dengan soal matematika.
Setengah dari mereka yang diteliti diberi 1.000 mg vitamin C.
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Kenali Gejala Depresi Sejak Dini, Salah Satunya Turunnya Daya Kognitif!
Tanda-tanda stres seperti peningkatan kadar hormon stres kortisol dan tekanan darah tinggi secara signifikan lebih besar pada mereka yang tidak mendapatkan suplemen vitamin.
Mereka yang mendapat vitamin C melaporkan bahwa stres mereka berkurang ketika mendapat vitamin tersebut.
Para peneliti percaya bahwa vitamin C harus dianggap sebagai bagian penting dari manajemen stres.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa vitamin C menghilangkan sekresi kortisol pada hewan yang mengalami stres berulang kali.
Kortisol adalah hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap stres.
Begitu masuk ke aliran darah, ia bertanggung jawab untuk menyampaikan berita stres ke seluruh bagian tubuh dan pikiran.
Kortisol adalah hormon yang memicu respons "lawan atau lari" terhadap stres.
Hal ini memungkinkan kita untuk bertindak ketika kita merasakan adanya bahaya.
Namun seperti kebanyakan sistem peringatan darurat, respons terhadap stres memerlukan biaya yang besar.
Dampak lainnya adalah seringnya terpapar hormon stres tingkat tinggi yang menghabiskan sumber daya fisik tubuh, mengganggu pembelajaran dan memori, serta membuat orang rentan terhadap depresi.
Dalam penelitian pada hewan, vitamin C yang diberikan pada tikus yang mengalami stres tidak hanya mencegah peningkatan kadar kortisol, tetapi juga mencegah hewan tersebut menunjukkan tanda-tanda stres fisik dan emosional, termasuk penurunan berat badan.
Hewan yang tidak menerima vitamin C memiliki tingkat hormon stres tiga kali lipat.
***
Share this article
Vitamin C sudah menjadi suplemen nutrisi favorit semua orang, meskipun kontroversial, terkait dengan pencegahan flu biasa dan melawan kanker