AYOJAKARTA.COM — Trauma atau pengalaman yang tidak menyenangkan dalam hidup, bagi sebagian korban merupakan peristiwa paling sukar untuk bisa dijelaskan.
Berbeda dengan penyintas trauma atau individu yang terbebas dari cengkeraman, korban belum pulih seringkali menunjukkan perbedaan perilaku dalam kehidupan pribadinya.
Selain dapat mengubah seseorang menjadi pribadi yang sangat waspada atau mudah takut, luka trauma juga dapat berdampak pada kemandirian korbannya.
Dalam sudut pandang psikologi, seseorang yang menjadi pribadi sangat mandiri karena luka trauma sering disebut dengan istilah hyper independence.
Bukan sekedar menjadi sosok pribadi terlalu mandiri, individu yang hyper independence juga selalu memaksakan diri untuk melakukan segalanya tanpa bantuan.
Meski secara emosional sudah tidak sanggup, individu yang hyper independence akan tetap melakukan keinginannya tanpa memperdulikan diri sendiri.
Pencetus lahirnya perilaku terlalu mandiri pada korban trauma bisa disebabkan karena berbagai faktor atau kondisi.
Selain dituntut untuk bisa mandiri dan mencari apresiasi, perilaku terlalu mandiri pada korban trauma juga dapat disebabkan karena sering diremehkan atau disepelekan.
Adapun tanda atau ciri-ciri seorang korban trauma yang mengalami hyper independence dapat diketahui dari perilaku atau kebiasaan berikut.Baca Juga: 5 Tanda Dia Belum Move On dari Cinta Masa Lalu, Cek Pasanganmu Sekarang!
Tanda Seseorang Mengalami Hyper Independence
Tanda pertama korban trauma mengalami hyper independence adalah memiliki Trus Issue atau menjadi pribadi yang tidak mudah percaya dengan orang lain.
Adanya rasa ketidak percayaan pada orang lain, merupakan penyebab seseorang dengan luka trauma menjadi pribadi yang lebih memilih melakukan segalanya sendirian.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tidak mudah mempercayai orang lain akan membuat individu dengan perilaku hyper independence menjadi sangat kesepian.
Tanda selanjutnya yang dialami oleh para korban trauma yang bersikap hyper independence adalah kesulitan untuk meminta bantuan.
Meskipun sangat merasa kesepian, individu yang hyper independence tetap lebih memilih untuk tidak meminta bantuan.
Bagi korban trauma yang memiliki perilaku sangat mandiri, meminta bantuan atau pertolongan merupakan sebuah kelemahan sehingga harus dihindari.
Dalam sudut pandang seorang korban trauma dengan perilaku hyper independence, satu-satunya orang di dunia yang dapat diandalkan hanyalah dirinya sendiri.
Tanda ketiga korban trauma hyper independence adalah menjadi pribadi yang sangat tertutup mengenai segala hal dalam hidupnya.
Menunjukkan sikap terbuka bagi korban trauma yang mengubah perilakunya menjadi sangat mandiri adalah hal sulit untuk dilakukan.
Anggapan tersebut muncul karena bagi para hyper independence, tidak ada satu orangpun di dunia yang akan dapat membantu serta peduli terhadap permasalahan hidupnya.***

Share this article
Trauma atau pengalaman yang tidak menyenangkan dalam hidup, bagi sebagian korban merupakan peristiwa paling sukar untuk bisa dijelaskan.