AYOJAKARTA.COM - Hubungan parasosial adalah hubungan sepihak, di mana satu orang mencurahkan energi emosional, minat, dan waktu, dan pihak lain, para idola, sama sekali tidak menyadari keberadaan orang lain.
Hubungan parasosial paling sering terjadi pada selebriti, organisasi (seperti tim olahraga), atau bintang televisi.
Hubungan parasosial memperluas jaringan sosial dengan cara meniadakan kemungkinan penolakan.
Memberdayakan individu untuk mencontoh dan mengidentifikasi diri dengan individu yang mereka pilih yang secara alami menimbulkan respons empati.
Bagi sebagian orang, sifat hubungan yang sepihak ini merupakan kelegaan dari hubungan yang tegang dalam kehidupan nyata mereka.
Hubungan parasosial dibudidayakan oleh media agar menyerupai hubungan tatap muka.
Seiring berjalannya waktu, begitu banyak pengalaman yang dibagikan oleh para idola sehingga kita mengembangkan keakraban dan persahabatan dengan 'pengguna media'.
Akibatnya adalah, kita merasa bahwa mereka mengenal dan memahami kita.
Di masa lalu, hubungan parasosial terjadi terutama dengan tokoh-tokoh di televisi.
Sekarang, hubungan ini juga terjadi antara individu dengan youtuber, pengguna media sosial, dan gamer favorit mereka.
Sifat dan keintiman hubungan parasosial juga telah matang.
Televisi realitas memungkinkan pemirsa untuk berbagi kehidupan yang paling intim dan pribadi dari persona televisi.
Selebriti secara terbuka membagikan pendapat dan aktivitas mereka melalui berbagai media sosial seperti IG, Tiktok, dan Facebook.
Selain itu, internet memungkinkan akses 24 jam ke pengguna media, dan peningkatan ketergantungan internet dapat menyebabkan peningkatan interaksi parasosial.
Meskipun hubungan parasosial masih tetap sepihak, hubungan tersebut telah berubah menjadi lingkungan yang lebih interaktif.
Memungkinkan individu untuk berkomunikasi dengan idola media mereka, dan meningkatkan keintiman dan kekuatan hubungan parasosial.
Terlepas dari sifat hubungan parasosial yang sepihak, ada banyak kesamaan antara hubungan ini dan hubungan sosial yang lebih tradisional.
Penelitian menunjukkan bahwa hubungan parasosial bersifat sukarela, memberikan persahabatan, dan dipengaruhi oleh ketertarikan sosial.
Selain itu, pemirsa mengalami hubungan dengan pengguna media dan mengekspresikan perasaan kasih sayang, rasa terima kasih, kerinduan, dorongan, dan kesetiaan terhadap mereka.
Secara historis, hubungan parasosial dipandang sebagai sesuatu yang patologis dan merupakan gejala kesepian, isolasi, dan kecemasan sosial.
Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa tidak ada korelasi antara kesepian dan intensitas hubungan parasosial penonton dengan karakter di layar kaca.
Penelitian lain telah mengurangi stigma dari hubungan semacam itu dan membuat para praktisi psikologi percaya bahwa hubungan semacam itu dapat memperluas jaringan sosial seseorang, bukan membatasinya.
Hubungan parasosial penting bagi pemirsa, dan dalam banyak hal menguntungkan karena dukungan yang diperoleh pemirsa dari hubungan tersebut.
Individu dengan hubungan parasosial sering kali mengungkapkan penghargaan terhadap idola favorit mereka karena telah membantu mereka melewati masa-masa sulit.
Selain itu, beberapa pemirsa menganggap idola tersebut membantu membentuk identitas mereka secara signifikan.
Dukungan yang diberikan oleh hubungan parasosial sangat berharga bagi pemirsa yang terlibat di dalamnya.
Dengan teknik media sosial yang baru, hubungan parasosial ini merupakan cara yang tepat untuk memperluas jaringan sosial individu. ***

Share this article
Penelitian menunjukkan bahwa hubungan parasosial bersifat sukarela, memberikan persahabatan, dan dipengaruhi oleh ketertarikan sosial.