AYOJAKARTA.COM – Trauma adalah peristiwa atau kejadian tidak menyenangkan atau menyakitkan di masa lalu yang efek rasa sakitnya berkepanjangan.
Efek trauma yang dialami oleh seseorang bisa dalam jangka waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Namun trauma bukanlah suatu peristiwa yang selalu diakibatkan karena perbuatan orang lain, tetapi bisa karena perilaku sendiri.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Hilangkan Kebahagiaan dalam Hidup, Yuk Hentikan Segera!
Berikut ini adalah contoh perilaku-perilaku seseorang yang bisa berdampak trauma akibat perbuatan dirinya sendiri.
Terlalu cepat dalam memberi tanggapan dan bersikap reaktif atau cepat membuat keputusan tanpa berpikir panjang, adalah contoh penyebab trauma.
Seseorang yang terlalu cepat membuat keputusan tanpa berpikir panjang atau tanpa persiapan cenderung akan mendatangkan penyesalan.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Buruk yang Membuatmu Tidak Disukai Orang Lain, Nomor 7 Banyak Dilakukan Generasi Muda!
Selain penyesalah, perasaan bersalah terhadap diri sendiri juga akan menjadi dampak orang yang memutuskan karena dipenuhi emosi.
Contoh perilaku kedua yang dapat menyebabkan seseorang mengalami trauma adalah terlalu berlebihan atau over.
Terlalu berlebihan dengan urusan seseorang atau terlalu berlebihan dalam menunjukkan sikap peduli, akan mendatangkan kekecewaan serta rasa sakit hati.
Contoh ketiga dari perilaku yang dapat membuat seseorang mengalami trauma, adalah terlalu kurang.
Baca Juga: Arti Kejatuhan Cicak dapat Memberikan Pertanda Baik Apa Buruk? Simak Penjelasannya
Seseorang yang terlalu kurang dalam berkomunikasi atau kurang menunjukkan emosi, akan membuat seseorang mengalami kesepian diri.
Orang yang lebih memilih untuk menahan atau memendam emosi atau bersikap represi, lambat laun akan mengalami mati rasa.
Setiap yang berlebihan tidaklah baik meski yang dilakukan adalah kebaikan, karenanya seseorang perlu menyadari pentingnya prinsip keseimbangan.
Contoh perilaku keempat yang dapat membuat seseorang mengalami trauma adalah terlalu cuek atau tidak peduli dengan diri sendiri, orang terdekat dan lingkungan sosial.
Baca Juga: Sering Begadang? Lakukan Cara Ini untuk Mengurasi Risiko Buruk bagi Tubuh
Perilaku kelima yang dapat menyebabkan seseorang mengalami trauma adalah bersikap terlalu memaksakan.
Orang yang memaksakan kehendak pribadi atau berusaha melakukan segalanya seorang diri tanpa meminta bantuan meski sangat membutuhkan, akan rentan mengalami trauma.
Selain akan menyebabkan mudahnya rasa lelah dalam fisik dan psikis, terlalu memaksa juga akan menyebabkan pelakunya mengalami stress, luka batin serta trauma.
Untuk menghindari perilaku-perilaku yang dapat menyebabkan datangnya trauma, berusaha untuk bersikap tenang merupakan kuncinya.
Dengan ketenangan hati, perasaan serta pikiran, hasil keputusan yang diambil akan menjadi lebih jernih dan tidak menimbulkan persoalan lain di kemudian hari.
Jika sebuah persoalan terlalu besar untuk bisa dipecahkan sendirian, carilah pertolongan atau dukungan untuk bisa sepenuhnya terlepas dari akar permasalahan.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Rabu, 13 September 2023 dari akun Instagram @mudahbergaul. ***
Share this article
Berikut ini adalah contoh perilaku-perilaku seseorang yang bisa berdampak trauma akibat perbuatan dirinya sendiri.