AYOJAKARTA.COM – Apa yang terlihat oleh mata tidak selamanya merupakan gambaran di dalam diri seseorang, adalah cara sederhana memahami istilah Sad Clown Paradox.
Sad Clown Paradox merupakan satu istilah untuk menggambarkan seseorang yang terlihat selalu bahagia tetapi menyimpan banyak luka di dalam batinnya.
Seorang yang mengalami Sad Clown Paradox, biasanya akan selalu tampil dengan segala keceriaan hanya untuk menutupi kesedihan di dalam diri.
Baca Juga: Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur ala Orang Jepang, Ternyata Cukup Sederhana
Istilah Sad Clown Paradox juga dapat dimaknai dengan Badut yang Berduka, karena sejatinya badut adalah sosok yang mampu membuat siapapun berhenti cemberut.
Dalam pergaulan sehari-hari, tidak sedikit orang yang memilih untuk menjalani kehidupan dengan cara menyedihkan semacam itu.
Untuk introspeksi diri sendiri dan terhindar dari sikap menghakimi, berikut merupakan alasan seseorang menjalani peran sebagai Sad Clown.
Baca Juga: GoFud Jadi Julukan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Warganet Beri Beragam Reaksi
Menutupi masalah yang dialami dari siapapun, merupakan alasan pertama seseorang menjadi Sad Clown Paradox.
Dengan tetap terlihat wajar dan bahagia menggunakan keceriaan, orang di sekitarnya menjadi tidak tahu apa yang sesungguhnya dialami orang tersebut.
Kedua, alasan seseorang menjadi Sad Clown Paradox adalah untuk menghibur dirinya sendiri dari banyak persoalan yang dialami.
Baca Juga: Tips WhatsApp untuk Bisukan Panggilan dari Nomor Tidak Dikenal
Pura-pura bahagia dengan cara tertawa atau menunjukkan keceriaan, menjadikannya bisa lari dari himpitan permasalahan.
Alasan selanjutnya yang membuat seseorang mengalami Sad Clown Paradox adalah karena tidak ingin merepotkan orang di sekitar.
Tertawa atau keceriaan yang diperlihatkan, akan membuat orang di sekitar tidak mencemaskan dirinya dan menganggap segalanya baik-baik saja.
Baca Juga: Kata PDIP, Jokowi dan Anies Baswedan soal Putusan MK yang Loloskan Gibran Rakabuming jadi Cawapres
Alasan terakhir yang biasanya dimiliki oleh pribadi Sad Clow Paradox adalah agar mendapatkan perhatian dari orang terdekat.
Melalui keceriaan dan kegirangan yang tampak jelas, orang akan mempertanyakan keadaan atau kondisi dirinya.
Namun demikian, setiap orang yang tertawanya paling riang atau tersenyum paling menawan bukan berarti dalam keadaan Sad Clown Paradox.
Untuk membedakan antara seseorang yang mengalami Sad Clown Paradox dengan orang normal, dapat diketahui dengan cara seperti berikut.
Pertama, perlu terlibat dan peka secara emosional, serta memiliki rasa empati yang tinggi sehingga bisa memahami kondisi asli dari dalam diri seseorang.
Cara lain untuk membedakannya adalah dengan melakukan percakapan atau dialog yang mendalam dengan orangnya.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sudah Bahagia dalam Hidup, Masa Depan Bukan Lagi Beban
Selain kedua cara tersebut, cara alternatif untuk mengetahuinya adalah dengan mengetahui atau mengerti latar belakang serta cerita hidupnya.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Rabu, 18 Oktober 2023 dari akun Instagram @mudahbergaul. ***

Share this article
Sad Clown Paradox: Senyum bahagia luar, tapi hancur di dalam. Mengapa orang memilih peran ini? Temukan jawabannya di Ayojakarta.com.