AYOJAKARTA.COM - Kasus Covid-19 di Singapura kembali naik menjelang liburan tahun baru 2024.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberi tanggapan terkait kasus Covid-19 di Singapura yang kembali melonjak.
Sehubungan dengan naiknya Covid-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar menjalankan perlindungan ganda.
“Kami juga melihat ada kenaikan, cuma kan memang bagusnya kita masih ada vaksinasi. Kalau itu divaksin, kita seharusnya bisa bagus," kata Menkes dikutip ayojakarta.com dari laman republika, Senin (4/12/2023).
Baca Juga: Buat Hidup Jadi Lebih Bermakna dengan 5 Kebiasaan Kecil ini, Yuk Lakukan Sekarang
Budi Gunadi Sadikin juga menyarankan masyarakat yang belum melakukan vaksinasi dosis booster untuk segera mengakses layanan di fasilitas kesehatan terdekat.
Ia menjelaskan program vaksin masih bisa didapatkan secara gratis hingga akhir Desember 2023.
“Mumpung sampai Desember ini masih gratis, ya itu dimanfaatkan saja,” katanya.
Selain melakukan vaksin, Menteri Kesehatan juga meminta masyarakat melalukan kombinasi protokol kesehatan (prokes).
Caranya dengan tetap membiasakan mencuci tangan dan mengenakan masker khususnya di ruang terbuka atau publik.
Meski Covid-19 dikabarkan tengah melonjak di Singapura, namun Menkes memastikan bahwa hal itu belum memicu lonjakan pasien rumah sakit di Indonesia.
“Untuk yang masuk rumah sakit kami nggak melihat. Memang ada peningkatan dari yang kena tapi karena imunitasnya sudah bagus dengan vaksinasi jadi bagus," kata Menkes.
Diketahui, kasus Covid-19 di Singapura telah mencapai 22.094 kasus pada kurun 19-25 November 2023.
Jumlah kasus tersebut naik dua kali lipat dari pekan sebelumnya yakni sebanyak 10.726 kasus.***

Share this article
Terkait kasus Covid-19 di Singapura yang kembali naik jelang liburan tahun baru 2024, begini tanggapan Menkes.