AYOJAKARTA.COM -- Menjadi kekhawatiran di seluruh negara, kasus pandemik Covid-19 yang sempat hilang dari pemberitaan kini kembali menjadi sorotan.
Hal tersebut terjadi akibat adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, dari yang sebelumnya berkisar 10-20 kasus per minggu kini telah mencapai 267 kasus.
Peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang signifikan tersebut, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes karena adanya varian baru.
Dalam keterangannya, Siti Nadia Tarmizi mengatakan varian baru yang dominan di Indonesia saat ini adalah varian Eris atau EG.5 dan EG.2.
Nadia menambahkan, varian Eris atau EG.5 dan EG.2 merupakan varian yang membuat peningkatan kasus Covid di Singapura.
Terkait dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 yang disebabkan varian Eris atau EG.5 dan EG.2, Nadia menghimbau agar masyarakat lebih peduli dengan kesehatan.
Baca Juga: Sudah Masuk Jakarta, Ini 4 Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Seseorang Terinfeksi Pneumonia
Kementerian Kesehatan menghimbau, jika ada warga masyarakat yang tengah mengalami sakit sebaiknya menggunakan masker.
Saat berada di tempat umum, penggunaan masker menjadi kebutuhan bagi masyarakat usia lanjut atau lansia, serta warga dengan penyakit bawaan atau komorbid.
Kementerian Kesehatan juga menghimbau agar masyarakat tidak meninggalkan perilaku hidup bersih serta rajin mencuci tangan.
Agar terhindar dari ancaman varian Eris atau EG.5 dan EG.2, masyarakat dihimbau untuk tidak bepergian ke negara dengan jumlah lonjakan kasus.
Selain itu, untuk mengantisipasi potensi penularan atau terinfeksi varian Eris atau EG.5 dan EG.2 masyarakat diminta untuk melengkapi vaksinasi Covid-19.
Sehubungan dengan gejala yang ditimbulkan akibat virus Covid subvarian Eris, penderita akan mengalami batuk, pilek serta demam.
Selain itu, penderita Covid subvarian Eris juga akan mengalami sakit tenggorokan, rasa lemas serta adanya nyeri otot.
Sehubungan dengan adanya peningkatan kasus Covid subvarian Eris, Nadia menyebut sudah ditemukan di Indonesia sejak Maret 2023.
“Kemudian terjadi penambahan kasus di bulan Juni dan Juli, saat ini sedang ada peningkatan trend kenaikan pada subvarian Eris,” jelas Nadia.
Kendati terjadi peningkatan kasus, organisasi kesehatan dunia (WHO) menemukan sub varian Eris memiliki tingkat fatalitas rendah.
Baca Juga: Kasus Pneumonia Ditemukan di DKI Jakarta, Ini Daftar Gejala-gejalanya
Akibatnya, penderita yang sudah mendapatkan vaksinasi akan tetap mengalami gejala yang disebabkan adanya kemampuan virus dalam menetralkan antibodi.
Oleh World Health Organization, Covid subvarian Eris dikategorikan sebagai varian Under Monitoring sejak tiga bulan lalu.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Rabu, 6 Desember 2023 dari akun IG @pandemictalks dan Kompas TV.

Share this article
Menjadi kekhawatiran di seluruh negara, kasus pandemik Covid-19 yang sempat hilang dari pemberitaan kini kembali menjadi sorotan.