AYOJAKARTA.COM – Mungkin kamu telah mendengar apa itu yang dimaksud dengan gangguan kecemasan sosial.
Atau, bisa jadi kamu telah mengalami gangguan kecemasan sosial tanpa menyadarinya selama ini.
Kamu harus bisa membedakan, bahwa gangguan kecemasan sosial bukanlah rasa malu ketika berada di ruang publik.
· Apakah kamu takut dihakimi oleh orang lain?
· Apakah kamu sadar diri dalam situasi sosial sehari-hari?
· Apakah kamu menghindari bertemu orang baru karena takut atau cemas?
Kamu wajib waspada jika telah merasakan hal-hal ini setidaknya selama 6 bulan terakhir.
Terutama jika perasaan ini membuatmu sulit melakukan tugas sehari-hari seperti berbicara dengan orang-orang di tempat kerja atau sekolah.
Maka, kamu sebenarnya telah mengalami apa yang disebut sebagai gangguan kecemasan sosial.
Gangguan kecemasan sosial merupakan rasa takut yang intens dan terus menerus karena diawasi dan dihakimi oleh orang lain.
Ketakutan ini dapat mempengaruhi pekerjaan, sekolah, dan aktivitas sehari-hari lainnya.
Bahkan, dapat bisa mempersulit untuk mendapatkan atau mempertahankan pertemanan.
Kabar baiknya, gangguan kecemasan sosial ini bisa diobati.
Apa yang dimaksud dengan gangguan kecemasan sosial?
Gangguan kecemasan sosial merupakan jenis gangguan kecemasan yang umum.
Seseorang dengan gangguan kecemasan sosial merasakan gejala kecemasan atau ketakutan dalam situasi di mana mereka mungkin diawasi, dievaluasi, atau dihakimi oleh orang lain.
Seperti, berbicara di depan umum, bertemu dengan orang baru, menjalani wawancara kerja, atau menjawab pertanyaan di kelas.
Melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan dan minum di depan orang lain, juga dapat menyebabkan kecemasan sosial karena kekhawatiran dipermalukan, dihakimi, dan ditolak.
Baca Juga: Hati-Hati! Cara Duduk Dapat Mencerminkan Kepribadian Anda yang Sebenarnya, Ini Artinya
Apa saja tanda dan gejala gangguan kecemasan sosial?
Ketika harus tampil di depan atau berada di sekitar orang lain, orang dengan gangguan kecemasan sosial mungkin akan merasa kekhawatiran berlebih.
Beberapa gejala yang menunjukkan adanya gangguan kecemasan sosial adalah:
· Merona, berkeringat, atau gemetar.
· Memiliki detak jantung yang cepat.
· Merasa "pikirannya kosong", atau merasa mual.
· Memiliki postur tubuh yang kaku, atau berbicara dengan suara yang terlalu lembut.
· Merasa sulit untuk melakukan kontak mata, berada di sekitar orang yang tidak mereka kenal, atau berbicara dengan orang lain dalam situasi sosial, bahkan ketika mereka menginginkannya.
· Merasa tidak percaya diri atau takut bahwa orang lain akan menilai mereka secara negatif.
· Menghindari tempat-tempat yang banyak orang.

Share this article
Kamu harus bisa membedakan, bahwa gangguan kecemasan sosial bukanlah rasa malu ketika berada di ruang publik.