AYOJAKARTA.COM - Hampir di semua budaya, anak laki-laki diajarkan tak boleh menangis, dan anak perempuan tak boleh kasar.
Sepintas, ajaran tersebut baik. Namun, di balik sesuatu yang terlihat baik ternyata tak selamanya baik.
Dilansir dari web healthshots.com, sejak kecil anak perempuan kerap dididik untuk bersikap manis, lembut, dan tidak boleh melawan.
Baca Juga: Update Maret-April 2024! Bansos PKH Tahap 2 Segera Cair Ke Rekening Penerima Manfaat Secepatnya
Akibatnya, banyak perempuan, baik kecil, remaja, maupun dewasa dan tua, tidak memiliki kemampuan untuk melepaskan emosinya.
Mereka cenderung memendam emosi yang sekiranya dapat membuat orang lain menilai diri mereka sebagai perempuan yang tidak baik.
Akibatnya emosi-emosi negatif yang tertimbun sejak lama ini akan mengganggu kesehatan mental mereka.
Inilah yang disebut good girl syndrome. Sindrom yang memaksa perempuan tetap menjadi baik meskipun keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Baca Juga: Tips Psikologi: Kita Boleh Saja Stres, Tapi Harus Resiliensi, Apa Itu?
Menjadi perempuan baik tentu saja hal yang baik. Akan tetapi jika ini dilakukan dengan terpaksa dan mengorban perasaan dirinya, maka itu sama sekali tidak baik.
Good girls syndrome ini mirip dengan people pleaser, sama-sama rela mengorban diri mereka untuk menyenangkan orang lain.
Berikut adalah ciri-ciri good girl syndrome:
Tidak bisa atau sulit mengatakan tidak
Baca Juga: Menyala Abangku, PNM Gelar Program CICI ROSA untuk Nasabah
Ini adalah gejala yang paling sering dialami oleh penderita good girl syndrome: tidak bisa mengatakan tidak.
Bahkan ketika mendapat ajakan dari orang untuk melakukan sesuatu yang bisa jadi tidak dia sukai atau bertentangan dengan nilai-nilai yang dia yakini.
Takut menyakiti perasaan orang lain
Penderita good girl syndrome selalu mengutamakan perasaan orang lain meski harus mengorbankan perasaannya sendiri.
Dia memilih lebih baik menyakiti dirinya sendiri daripada orang lain merasa tersakiti oleh perbuatannya.
Perfeksionis
Tampil sempurnah adalah hal yang baik, tapi sebagai manusia biasa kita tidak mungkin bisa sempurna di semua hal.
Ada kalanya kita harus menerima ketidaksempurnaan diri kita, dan tidak memaksakan diri untuk sempurna jika itu harus mengorbankan perasaan kita.
Merasa dituntut untuk selalu berprestasi
Baca Juga: Bagaimana Jam Tangan Bisa Merefleksikan Kepribadian dan Seleramu? Begini Penjelasannya
Seorang penderita good girl syndrome merasa lingkungannya, orang-orang terdekatnya menuntut dirinya untuk berprestasi.
Setiap komentar orang lain yang tertuju pada dirinya, dia anggap sebagai kritikan agar dirinya bisa tampil lebih baik dan berprestasi.
Nah, apakah ada gejala-gejala tersebut pada dirimu, girls? Jika ada, coba ingat-ingat lagi, apakah di masa kecilmu dulu kamu didoktrin untuk menjadi gadis yang manis?
Baca Juga: KUNCI SUKSES: 6 Kalimat yang Pantang Diucapkan Oleh Orang yang Memiliki Masa Depan Kaya, Apa Saja?
Jika kamu merasa seperti dituntut menjadi perempuan yang ‘baik’ di mata orang lain, dan itu membebani mental kamu, ada baiknya kamu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional ya, girls?.***

Share this article
Kenali Good Girl Syndrome yang menegaskan bahwa menjadi perempuan baik itu tak selamanya baik, kenapa demikian?