AYOJAKARTA.COM - Apakah kamu termasuk orang yang suka makanan pedas? Jika iya, maka kau perlu tahu nih terkait fakta psikologi dibalik pecinta makanan ini.
Kebanyakan orang Indonesia sangat menyukai makanan yang memiliki cita rasa pedas, hal ini bisa dilihat dari beberapa olahan makanan yang banyak menggunakan cabai di dalamnya.
Namun, ternyata makanan pedas tidak hanya menambah rasa tetapi juga mampu memberikan manfaat psikologi yang luar biasa terhadap tubuh.
Ada fakta psikologi menarik yang perlu diketahui dibalik seseorang yang menyukai makanan pedas.
Salah satu fakta psikologi yang menarik untuk diketahui yaitu, makanan bercita rasa pedas ini memiliki kemampuan untuk mengurangi depresi.
Tidak hanya itu saja, sebenarnya masih ada beberapa fakta psikologi menarik lainnya di balik makanan pedas ini.
Lantas, apa saja sih fakta psikologi menarik di balik seseorang yang menyukai makanan pedas?
Dikutip dari akun Instagram @psytalkindonesia, Jumat (19/8/2024) berikut ini 3 fakta psikologi menarik di balik makanan pedas.
1. Meningkatkan produktivitas endorfin
Fakta psikologi menarik yang pertama di balik makanan pedas yaitu mampu meningkatkan produktivitas endorfin dalam tubuh.
Endorfin sendiri merupakan hormon yang mampu membuat seseorang merasa bahagia, senang dan untuk kekebalan tubuh. Endorfin juga dikenal sebagai hormon kebahagiaan.
Saat kamu makan makanan yang memiliki cita rasa yang pedas, maka tubuh kamu akan melepaskan hormon kebahagiaan ini.
Perlu kamu ketahui bahwa hormon endorfin ini memiliki kemampuan untuk membantu meredakan stres dan juga meningkatkan suasana hati kamu.
2. Sensasi 'Runners High'
Fakta psikologi menarik yang kedua di balik orang yang menyukai makanan pedas yaitu adanya sensasi 'runners high'.
Sensasi runner's high sendiri merupakan sebuah perasaan gembira yang intens setelah melakukan kegiatan olahraga.
Rasa pedas dalam makanan mampu merangsang pelepasan adrenalin yang nantinya akan memberikan sensasi euforia yang mirip dengan yang dirasakan oleh pelari setelah melakukan olahraga berat.
Sehingga, makan makanan yang memiliki cita rasa pedas ini akan membantu kamu lebih energik dan bersemangat.
3. Mengurangi resiko depresi
Salah satu fakta psikologi menarik di balik makan makanan yang memiliki citarasa pedas yaitu mampu mengurangi resiko depresi.
Dalam penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas mampu membantu mengurangi resiko depresi.
Saat kamu makan makanan pedas, maka produksi neurotransmitter seperti serotonin akan meningkat dalam tubuh.
Serotonin inilah yang nantinya akan berperan penting dalam mengatur suasana hati.
Itulah tadi informasi mengenai fakta psikologi dibalik seseorang yang suka makan makanan pedas. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Berikut ini adalah tiga fakta psikologi bagi seseorang yang suka makanan pedas, apakah kamu salah satunya?