AYOJAKARTA.COM - Artis serba bisa Soimah membagikan pengalaman tidak mengenakannya ketika berurusan dengan oknum pegawai pajak.
Kejadian itu Soimah alami ketika 2015 silam, ia didatangi oleh petugas pajak yang rupanya kejadian tak menyenangkan itu dialaminya tak hanya satu kali.
Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @lambenyinyiir pada Jumat 7 April 2023, Soimah mengaku didatangi rumahnya oleh pegawai pajak tanpa permisi.
“Tahun 2015 jadi datang ke rumah orang pajak dia buka pager tanpa kulanuwun (salam), tiba-tiba di depan pintu yang seakan-akan saya mau melarikan diri,” ujarnya.
Kejadian tak menyenangkan selanjutnya yaitu saat ia membeli sebuah rumah seharga Rp 430 juta.
Namun pegawai pajak tak percaya dan menduga bahwa harga rumahnya senilai Rp 650 juta.
Soimah mengatakan bahwa ia dicurigai sengaja menurunkan harga rumah yang ia beli saat lapor ke pajak, padahal ia telah memiliki butki nota.
“Saya beli rumah harganya Rp 430 juta, sudah lunas kita ke notaris nggak deal dari perpajakan karena nggak percaya. Rumah di situ harganya Rp 650 juta menurut pajak, loh tapi kan ini aku beli Rp 430 juta. Jadi dikiranya menurunkan harga padahal di dealnya ada, notanya ada,” katanya.
Tak berhenti di situ, ia juga menceritakan pengalaman tidak menyenangkan lainnya kala berurusan dengan pegawai pajak.
Saat itu ia tengah membangun pendopo dan seorang pegawai pajak datang mengukur pendoponya dari pagi hingga petang.
"Pendopo belum jadi, udah dikelilingi sama orang pajak. Didatangi, diukur jendela, jadi jam 10 pagi sampai jam 5 sore, ngukuri pendopo. Direkam, difotoin, saya simpan fotonya siapa yang ngukur, masih ada fotonya saya simpan," ujar Soimah.
"Ini tuh orang pajak atau tukang toh? Kok ngukur jam 10 pagi sampai jam 5 sore arep ngopo (mau ngapain). Akhirnya pendopo itu di appraisal hampir Rp 50 miliar, padahal saya yang bikin aja itu belum tahu total habisnya berapa, orang belum rampung total," lanjutnya.
Kemudian kejadian selanjutnya adalah ketika rumah kakaknya didatangi oleh petugas pajak namun dengan membawa debt collector.
Kala itu kakaknya dituduh menyembunyikan Soimah.
“Akhirnya datang orang pajak ke tempat kakak saya bawa debt collector, gebrak meja. Serius itu di rumah kakak saya terus yang sebelumnya pernah ngomong kalau dapat kiriman surat saya, orang pajak datang tidak mau menemui padahal posisi saya di Jakarta jadi kakak saya dianggap menyembunyikan saya,” ujarnya.
Baca Juga: Kocak! Soimah Tersusi-susi, Parodikan Kesaksian ART Ferdy Sambo: Saya Tidak Tahu!
Atas pengalaman tersebut, seniman ini sangat menyayangkan perlakukan oknum petugas pajak kepada dirinya yang seorang wajib pajak.
Soimah merasa diperlukan bak koruptor yang ingin lari dari tanggung jawab.
“Jadi saya tuh merasa diperlakukan seperti bajingan, seperti koruptor untuk bayar pajak memang kewajiban kita, bayar, lapor pajak, lapor,” ujarnya.***

Share this article
Soimah curhat merasa diperlakukan bak koruptor saat didatangi petugas pajak yang membawa debt collector.