AYOJAKARTA.COM - Heboh pengakuan Soimah yang mendapat perlakuan tak mengenakkan dari pegawai pajak.
Dalam pengakuan Soimah, rupanya ia acap kali mendapat perlakukan yang dianggap tak manusiawi dari oknum pegawai pajak.
Di antaranya adalah Soimah mengaku rumah kakaknya didatangi oleh oknum pegawai pajak untuk mencarinya, namun oknum tersebut membawa seorang debt collector.
Baca Juga: Pernyataan Kontroversial Bupati Meranti Menjadi Sorotan Publik Lantaran Kecewa Pada Kemenkeu
Saat mendatangi kediaman kakaknya, debt collector yang dibawa oleh pegawai pajak itu pun sampai menggebrak meja.
“Datang orang pajak ke tempat kakak saya bawa Debt Collector, gebrak meja serius itu di rumah kakak saya,” ujarnya.
Butet Kartaredjasa yang mendengar cerita sahabatnya itu bahkan sampai sontak kaget karena ternyata ada seorang pegawai pajak yang membawa debt collector.
“Bu Sri Mulyani denger nih, orang pajak bawa debt collector!,” katanya.
Baca Juga: UPS! Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Ditangkap Bersama Puluhan Pejabat Lainnya
Artis serba bisa ini mengaku bahwa kakaknya dianggap oleh pegawai pajak telah menyembunyikan dirinya.
“Sebelumnya pernah ngomong kalau dapat kiriman surat, saya orang pajak datang tidak mau menemui padahal posisi saya di Jakarta jadi kakak saya dianggap menyembunyikan saya sampai gitu,” katanya.
Padahal saat itu Penyanyi sinden ini sering wira wiri live di Televisi.
Atas kejadian tersebut tentu sangat disayangkan, sehingga Soimah merasa diperlalukan bak koruptor.
“Jadi saya tuh merasa diperlakukan seperti bajingan, seperti koruptor untuk bayar pajak memang kewajiban kita, bayar, lapor pajak, lapor,” ujarnya.
Tak hanya itu, belum lama ini Soimah juga mengaku mendapat peringatan untuk membayar pajak namun dengan bahasa yang tidak manusiawi.
“Terus terakhir ini tahun ini yang habis kejadian ini segera bayar pajak, bahasanya pokonya nggak manusiawi kaya maling, ini Maret ini padahal kan nanti dulu dong ini aku di Jogja nota-notanya sebagian di Jakarta,” ujarnya.***

Share this article
Dalam pengakuan Soimah, rupanya ia acap kali mendapat perlakukan yang dianggap tak manusiawi dari oknum pegawai pajak.