AYOJAKARTA.COM- Coldplay secara resmi akan menggelar konser di Jakarta pada 15 November 2023 sebagai bagian dari tur Asia dan Australia mereka.
Hal tersebut secara jalas akan menjadikan konser perdana Coldplay di Indonesia.
Terkait kedatangan Coldplay tersebut secara resmi di umumkan melalui official akun grup band legendaris Inggris tersebut.
Baca Juga: Tanggapan Gibran Soal Isu Kaesang Gabung Gerindra dan Pakai Kaos Prabowo: Itu Idolanya
Tidak hanya Jakarta berbagai negara di Asia juga turut akan didatangi oleh Coldplay seperti Malaysia, Japan, dan Australia.
""ASIA & AUSTRALIA DATES ANNOUNCED NOVEMBER 6: Tokyo - Tokyo Dome 7: Tokyo - Tokyo Dome 11: Kaohsiung - Kaohsiung National Stadium 15: Jakarta - Gelora Bung Karno Stadium 18: Perth - Optus Stadium 22: Kuala Lumpur - National Stadium Bukit Jalil," ungkap Admin Official ColdPlay dikutip (11/5/2023).
Coldplay, sebuah band asal Inggris, sukses memasuki arus mainstream di awal era 2000-an dan terus berkembang menjadi salah satu band terbesar di abad 21.
Baca Juga: Bungkam! Grace Tahir Anak Konglomerat Diperiksa KPK, Diduga Terlibat Kasus Rafael Alun
Coldplay dibentuk di University College London pada tahun 1996 dan konsisten beranggotakan Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion.
Awalnya, band ini sempat bernama Pectorals dan Starfish, tetapi kemudian pada akhir tahun 1997, mereka resmi menggunakan nama Coldplay.
Pada tahun 1998, Coldplay merilis EP pertama mereka yang berjudul "Safety".
Album perdana Coldplay tersebut hanya dibuat sebanyak 500 copy.
Baca Juga: Konser Coldplay 15 November Bentrok dengan FIFA Matchdays, Apa Solusi dari Promotor?
Pada tahun itu ColdPlay membuat singgle perdana hanya 500 copy, kemudian di akhir tahun itu, mereka menandatangani kontrak dengan label indie lokal Fierce Panda.," Ungkap Narator YouTube Dosis Musik Harian dikutip AyoJakarta.com pada (11/5/2023).
Redesign pertama mereka adalah single "Brothers and Sisters". Kemudian Coldplay mendapatkan kontrak kerjasama lima album dengan label Parlophone setelah membuat penampilan pertama mereka di Glastonbury.
Mereka merilis album debut mereka yang berjudul "Parachutes" pada Juli 2000, album ini sangat terinspirasi dari band-band seperti U2 dan Radiohead.
Album ini berhasil sukses besar dan mendapatkan sambutan positif dari publik.
Baca Juga: Ridwan Kamil Temui Husein Ali Guru Muda Terkait Permasalahan Pungli Viral
Album ini berhasil menjadi nomor satu di Inggris dan mendapatkan sertifikasi platinum di Amerika Serikat
Coldplay juga mendapatkan penghargaan Brit Award dan Grammy Award untuk album dan lagu terbaik.
Setelah sukses besar dengan album pertama mereka, Coldplay kembali ke studio pada September 2001 untuk mulai mengerjakan album kedua berjudul "A Rush of Blood to the Head" yang dirilis pada Agustus tahun 2002.
Album kedua ini berisi beberapa lagu yang populer seperti "The Scientist" yang Chris Martin ciptakan setelah mendengarkan lagu "Out of Time" milik R.E.M pada tahun 1991.
Baca Juga: Bernasib Sial Hingga Naas! Pelaku Curanmor Tewas Saat Kabur Bawa Motor Curiannya
Album ketiga mereka, "X&Y", dirilis pada Juni 2005 dan menjadi album terlaris tahun tersebut dengan total terjual sebanyak 8,3 juta kopi.
Pada Oktober tahun 2006, Coldplay mulai mengerjakan album studio keempat mereka dengan produser kawakan Brian Eno.
Album keempat mereka, "Viva la Vida or Death and All His Friends", dirilis pada Juni 2008 dan mendapatkan kesuksesan besar.
Pada Album keempat ini berisi beberapa lagu yang populer seperti "Viva la Vida", "Lost!", dan "Lovers in Japan".
Album kelima Coldplay yang berjudul "Mylo Xyloto" dirilis pada tanggal 24 Oktober 2011. .
Single utama dari album ini, "Every Teardrop Is a Waterfall", sukses besar dan menjadi hit di seluruh dunia.
Album keenam Coldplay yang berjudul "Ghost Stories" dirilis pada tanggal 16 Mei 2014 dan juga mendapatkan banyak perhatian sama seperti album sebelumnya yang menduduki nomor satu di chart musik di lebih dari 20 negara.
Sampai di Album ketujuh Coldplay yang berjudul "A Head Full of Dreams" dirilis pada tanggal 4 Desember 2015.
Pada Album ini lebih optimis dan bersemangat dibandingkan dengan album sebelumnya, dan mengeksplorasi elemen musik pop dan rock.
Tentu saja, setelah merilis album A Head Full of Dreams pada tahun 2015, Coldplay merilis album studio ke-8 mereka pada tahun 2019 yang berjudul Everyday Life.
Evryday Life sukses menampilkan dua bagian yang berbeda, yaitu "Sunrise" dan "Sunset", yang masing-masing terdiri dari delapan lagu.
Pada tahun 2021, Coldplay merilis album studio ke-9 mereka yang berjudul Music of the Spheres.
Baca Juga: Cara Beli Tiket Coldplay Gak Sampai 1 Juta, Berikut Kategori dan Harga Lengkapnya
Album ini menampilkan kolaborasi dengan beberapa artis terkenal seperti Selena Gomez dan BTS.
Musik di album ini juga terinspirasi oleh berbagai jenis musik, termasuk musik pop, rock, dan elektronik.
Beberapa lagu yang menjadi hits dari album ini adalah "Higher Power" dan "My Universe".
Album ini juga mendapat respon positif dari kritikus musik dan dianggap sebagai album yang menarik dan inovatif dari Coldplay.***

Share this article
Coldplay, sebuah band asal Inggris, sukses memasuki arus mainstream di awal era 2000-an dan terus berkembang menjadi salah satu band besar.