AYOJAKARTA.COM - MRT Jakarta mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdampak proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP202.
Rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan mulai 25 Mei hingga 27 September 2026 di area stasiun Harmoni.
Kebijakan ini diterapkan guna mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi MRT fase lanjutan yang menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga wilayah Kota Tua.
Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP202 ini adalah salah satu segmen pekerjaan konstruksi MRT yang mencakup pembangunan stasiun bawah tanah Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar, serta konstruksi terowongan mulai dari Harmoni hingga Mangga Besar.

Manajemen rekayasa lalu lintas telah dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Shimizu Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.
"Kami memohon maaf perjalanan Anda terganggu terkait adanya pekerjaan Proyek MRT Jakarta Fase 2A. Tetap perhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," tulis keterangan pada akun Instagram @mrtjkt, Kamis (21/5).
Berikut adalah rekayasa lalu lintas tahap 4.1 Harmoni periode 25 Mei-27 September 2026:

Rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan karena adanya beberapa pekerjaan konstruksi seperti: penggalian, pekerjaan stasiun, kanal underpass dan entrance.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, maka arus lalu lintas akan direkayasa sebagai berikut:
A. Di simpang Harmoni, kendaraan dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto dan jalan Ir. H Juanda yang akan menuju Jalan Hasyim Ashari dan arah ke kota terutama kendaraan pribadi, akan diarahkan menggunakan Jalan Gajah Mada, berlalu dua lajur kendaraan.
B. Ruas Jalan Gajah Mada seelah pertigaan jalan Hassyim Ashari yang sebelumnya dua arah akan diberlakukan satu arah menuju ke arah Kota.

C. Di simpang Harmoni, kendaraan yang akan menuju Kota, terutama Bus Transjakarta akan diarahkan ke Jalan Hayam Wuruk (Contra Flow), hanya berlaku satu lajur.
D. Ruas Jalan Hayam Wuruk menuju Monas tidak mengalami perubahan.***
Share this article
Kebijakan ini diterapkan guna mendukung kelancaran pekerjaan MRT fase lanjutan yang menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga wilayah Kota Tua.