SENAYAN, AYOJAKARTA.COM - Gedung DPR/MPR RI di Senayan dan Istana Negara terlihat masih dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri. Pengamanan maish dilakukan sebagai antisipasi adanya demo susulan untuk menolak UU Cipta Kerja.
Seperti diketahui, penolakan UU Cipta Kerja di berbagai kalangan menimbulkan kericuhan hingga berujung bentrok dan terjadi kerusakan sejumlah fasilitas publik. Bahkan Pemprov DKI Jakarta memperkirakan kerugian akibat perusakan fasilitas publik mencapai Rp25 miliar.
AYO BACA : Usai Demo, Ini Modifikasi Rute Koridor I Blok M-Kota Transjakarta
"Masih ada pengamanan di sana (DPR dan Istana)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (9/10/2020).
Bentrokan antara massa aksi menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja dengan aparat kepolisian sempat terjadi di beberapa titik lokasi di Jakarta.
Sejumlah fasilitas umum, gedung pemerintahan, hingga bioskop hancur dan dibakar.
Menurut Yusri, hingga kekinian pihaknya belum menerima laporan terkait akan adanya aksi lanjutan.
"Belum ada pemberitahuan unjuk rasa hari ini," katanya.
AYO BACA : Usai Kericuhan Demo, Transjakarta Beroperasi Normal Jumat Ini. Cek Jadwal dan Rutenya!

Share this article
"Masih ada pengamanan di sana (DPR dan Istana)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (9/10/2020).