JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta akan fokus menggaet pihak swasta untuk mengembangkan program rumah DP 0 persen.
Pasalnya, DPRD DKI Jakarta memangkas anggaran program DP 0 persen senilai Rp 1,5 triliun yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp 2 triliun dalam pembahasan anggaran KUA-PPAS tahun 2020, Rabu (27/11/2019). Alhasil, mata anggaran yang terbagi adalah Rp 500 miliar.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto mengatakan pihaknya akan terus berusaha agar program kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini terus berjalan, salah satunya dengan menggaet swasta.
"Target jumlah yang bisa kami fasilitasi berkurang lah, dari sekian jumlahnya menjadi tinggal Rp 500 miliar di 2020. Kondisi ini memacu kami agar dari sektor swasta mana, yang mau bergabung lagi," ungkap Kelik di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat malam(29/11/2019).
Ajakan kepada pihak swasta tersebut, kata Kelik, tidak dilakukan dengan mudah, saat ini pihaknya masih menyeleksi pihak mana saja yang mampu mendorong program ini.
"Dijoinkan sih enggak. Cuma kami mau memetakan dulu. Swasta mana yang mau mendukung pembangunan ini. Pendaftaran kami akan terima. Tidak ada pada istilahnya, intinya program jalan terus," ungkapnya.
Selain itu, Kelik memastikan pembangunan Rusunawa juga terus berjalan. Terlebih rusunawa sebagai saran dari pihak DPRD DKI Jakarta di tengah program DP 0 persen yang masih belum banyak peminat.
"Itu masih jalan terus. 2020 karena belum selesai saja. Itu tetap jalan terus. Pembangunan ada terus," ujarnya.
Namun, tambah Kelik, pihaknya masih berharap anggaran untuk program DP 0 persen bisa kembali dinaikkan.
"Yang untuk APBD rusunawa itu sudah sesuai target. Tapi yang DP 0 perlu ditambah lagi. Tapi dengan kondisi keuangan DKI yang defisit, ya tetap kami terima anggaran tersebut," tandasnya.
.jpg)
Share this article
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta akan fokus menggaet pihak swasta untuk mengembangkan program rumah DP 0 persen. Pasalnya, DPRD DKI Jakarta memangkas anggaran program DP 0 persen senilai Rp 1,5 triliun yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp 2 triliun dalam pembahasan anggaran KUA-PPAS tahun 2020, Rabu (27/11/2019). Alhasil, mata anggaran yang terbagi adalah Rp 500 miliar.