CIRACAS, AYOJAKARTA.COM - Ada dua karyawan yang bekerja di PT Khong Guan Biscuit Factory Ciracas Jakarta Timur dinyatakan positif Covid-29. Hal itu mengemuka setelah dilakukan tes cepat di pabrik Khong Guan pada 28 Agustus 2020.
Dalam tes cepat yang dilakukan kepada 170 orang, menghasilkan 28 reaktif. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan tes cepat dengan hasil 2 dinyatakan positif Covid-19.
Atas hal itu, suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Timur akan menutup sementara pabrik tersebut untuk memutus rantai corona.
"Kalau benar ada yang positif (Covid-19), maka prosedur itu (penutupan) harus ditempuh," ujar Kasudin Nakertrans Jakarta Timur Galuh Prasiwi di Jakarta, Senin (7/9/2020).
Namun kepastian tersebut masih menunggu kesimpulan dari hasil monitoring dan evaluasi ke lokasi pabrik yang diagendakan berlangsung, Selasa (8/9/2020).
"Kami pastikan lagi besok ya," katanya.
Sementara itu dari hasil koordinasi tahap awal dengan direktur dan bagian sumber daya manusia (SDM) Khong Guan, kata Galuh, belum diketahui identitas pegawai yang tertular Covid-19.
"Kami belum tahu siapa saja yang kena. Jumlahnya juga belum diketahui," katanya.
Camat Ciracas, Mamad, menemukan adanya kelalaian perusahaan. Ia menganggap perusahaan melanggar protokol kesehatan.
"Saya mendapat laporan di bagian toko, masih ada beberapa karyawan yang tidak menjaga jarak dan tidak memakai 'face shield' (pelindung wajah)," kata Camat.
Temuan itu dilaporkan oleh petugas gabungan dari unsur petugas kecamatan, kelurahan, Sudin Tenaga Kerja, serta Satpol PP setempat saat melakukan monitoring dan evaluasi ke pabrik Khong Guan. Sementara untuk kursi tamu di ruang tunggu sudah ada tanda silang untuk menjaga jarak.
Mamad mengatakan Gugus Tugas telah menjadwalkan pelaksanaan penyemprotan disinfektan di seluruh area pabrik.
Hingga saat ini belum ada instruksi terkait dengan penutupan sementara operasional produksi di PT Khong Guan Biscuit Factory Jalan Raya Bogor.
Saat disinggung terkait hal itu, Mamad mengatakan penutupan operasional pabrik dilakukan untuk kepentingan sterilisasi lokasi dari kemungkinan paparan Covid-19.
"Kalau penutupan itu terkait dengan pembersihan serta memberikan kesempatan kepada yang terpapar untuk isolasi mandiri," katanya.
Share this article
"Kalau benar ada yang positif (Covid-19), maka prosedur itu (penutupan) harus ditempuh," ujar Kasudin Nakertrans Jakarta Timur Galuh Prasiwi di Jakarta, Senin (7/9/2020).