AYOJAKARTA.COM - Upaya pengendalian ikan sapu sapu di wilayah Jakarta Timur terus digencarkan.
Salah satu hasilnya terlihat di Kecamatan Cipayung yang berhasil menangkap sebanyak 277,05 kilogram ikan sapu-sapu dalam operasi pengendalian yang dilakukan di delapan keluarahan.
Kegiatan pengendalian dilakukan sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan menekan populasi ikan invasif yang dinilai mengganggu habitat ikan lokal.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Cipayung, Tuti Lestari mengatakan lokasi penangkapan ikan tersebut berada di Embung Taman Pinang di Kelurahan Cipayung, Waduk Agro Wisata di Kelurahan Cilangkap; aliran Kali Sunter di Kelurahan Pondok Ranggon; Waduk Munjul di Kelurahan Munjul; Kali Sunter Hulu di Kelurahan Setu;.

Ia juga menyampaikan bahwa pengendalian ikan sapu-sapu ini adalah tindak lanjut arahan dari Gubernur DKI Jakarta yang diteruskan hingga tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.
"Seluruh ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap langsung ditangani sesuai dengan prosedur yang sudah diarahkan," ujar Tuti.
Penanganan ikan sapu-sapu ini, kata Tuti dilakukan dengan baik dan melibatkan sekitar 800 personel gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Kami juga melakukan pengendalian ikan sapu-sapu di dua lokasi di Kelurahan Bambu Apus, serta dua lokasi lainnya di Kelurahan Lubang Buaya dan Kelurahan Ceger," tambahnya.

Lurah Lubang Buaya, Latiful Syamsi pun menyebut bahwa pengendalian ikan sapu-sapu di wilayahnya ini difokuskan di Kali Sunter, tepatnya di sekitar Jembatan Molek.
"Kegiatan ini bertujuan mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang dapat mengganggu ekosistem perairan," ungkapnya.
Di Kelurahan Lubang Buaya, kata Syamsi, pihaknya berhasil menangkap sekitar 3,7 kilogram ikan sapu-sapu.
Ia juga menjelaskan pihaknya telah memastikan ikan tersebut mati sebelum dikuburkan.***
Share this article
Kegiatan dilakukan sebagai langkah menjaga keseimbangan ekosistem air dan menekan populasi ikan invasif yang dinilai mengganggu habitat ikan lokal.