AYOJAKARTA.COM - Keberadaan RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Di tengah polemik yang berkembang, pertanyaan pun muncul mengapa RDF Plant Jakarta dibangun di Rorotan?
Diketahui, sampah terus bertadangan saat Jakarta terbatas ioleh ruang.
Sebelumnya, TPST Bantargebang sudah melampaui batas tampung sampah dari masyarakat Jakarta.
Baca Juga: Gerak Cepat! Pasukan Kuning Sudin Bina Marga Perbaiki 1.624 Titik Jalan Rusak di Jakarta Utara
Bantargebang sudah 40 tahun lebih menjadi satu tempat pembuangan sampah.
Kini kapasitas di lokasi tersebut mulai menipis, sementara sampah tidak pernah berhenti datang.
Oleh sebab itu dibangunlah RDF Plant ini.
Melalui unggahan di akun Instagram @dinaslhdki, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membeberkan alasan mengapa RDF Plant ini dibangung di rorotan.
DLH DKI pun menegaskan bahwa pemilihan lokasi RDF Plant di Rorotan bukan tanpa pertimbangan.
Terdapat beberapa alasan yang membuat lokasi pengelolaan sampah tersebut dibangun di Rorotan, yakni sebagai berikut:
1. Sulitnya Mencari Lahan
Di Jakarta, hampir mustahil menemukan lahan lebih dari tujuh hektar yang tidak berdampingan langsung dengan permukiman.
Rorotan adalah salah satu sedikir ruang tersisa yang masih memungkinkan.
2. Buffer Zone Alami
Berupa sawah abadi, area pemakaman, dan aliran Banjir Kanal Timur (BKT) yang berfungsi sebagai zona penyangga lingkungan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Bisnis, PNM Donasikan Rp 1 Miliar untuk Masyarakat Aceh di Rakernas 2026
3. Jarak dari Pemukiman
Meminimalkan potensi dampak terhadap aktivitas warga sehari-hari.
4. Akses Logistik
Akses logistik yang memadai untuk mendukung operasional pengangkutan sampah skala kota secara efisien dan terkontrol.
Meski demikian, RDF Plant Rorotan ini hadir bukan sebagai solusi yang sempurna, tetapi sebagai bagian dari upaya bertanggung jawab mengurangi beban sistem pengelolaan sampah.
Tidak menghapus masalah sampah sepenuhnya, tapi paling tidak dapat mengurangi beban sampah kita, mengolah residu, dan memberi kota ruang bernapas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa masalah krusial bangsa Indonesia saat ini adalah sampah.
Hal ini disampaikan Prabowo saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026, Senin (2/2).
Baca Juga: Iklim Usaha Makin Memburuk, Kriminalisasi dan Ketidakpastian Hukum Jadi Sorotan
"Diproyeksikan hampir semua TPA akan mengalami over kapasitas pada tahun 2028, bahkan lebih cepat," ujar Prabowo.
Melalui RDF Plant Rorotan ini, Jakarta melangkah dengan harapan menuju sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.***
Share this article
Salah satu alasan mengapa RDF Plant dibangun di Rorotan karena sulitnya mencari lahan di Jakarta.