AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan operasional Refuse Derived Fuel atau RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, akan dilakukan secara bertahap dan dengan pengawalan ketat.
Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat di sekitar fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Selain itu, langkah ini juga diambil atas kekhawatiran masyarakat terkait potensi bau, pencemaran, dan dampak lingkungan.
Disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto RDF Plant Rorotan saat ini beroperasi secara terbatas.
Baca Juga: Calon Maba Simak! Pendaftaran SNBP 2026 Dibuka Hari Ini Jam 15.00 WIB, Cek Cara Daftar dan Syaratnya
Pengoperasian tersebut dilakukan dengan lima hari dalam seminggu dengan dua sif kerja.
Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu difokuskan untuk kegiatan pembersihan dan penataan area operasional.
"Operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur,” ujar Asep.
Pasokan sampah yang diolah di RDF tersebut datang dari enam kecamatan di Jakarta Utara dan lima kecamatan di Jakarta Timur.
Baca Juga: Virus Nipah yang Viral di India Dipastikan Belum Ditemukan di Jakarta
Dalam hal ini, DLH pun memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan berfungsi optimal serta sesuai standar teknis dalam setiap tahap peningkatan kapasitas.
Bukan hanya soal pengolahan, perhatian juga diberikan pada aspek pengangkutan sampah yang selama ini menjadi salah satu kekhawatiran utama warga.
Pengiriman sampah ke RDF Plant Rorotan ini hanya menggunakan truk compactor tertutup terbaru hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.
Asep memastikan pihaknya akan terus melakukan langkah mitigasi melalui penyesuaian teknis operasional di lapangan.
Baca Juga: Kasus Jeffrey Epstein Memanas, Bill dan Hillary Clinton Bersedia Bersaksi di Kongres AS
DLH juga mengoperasikan pos pantau di dua titik akses utama dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur yang bisa dilakukan untuk pemeriksaan menyeluruh soal kondisi kendaraan.
Asep menambahkan jika penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab.***

Share this article
Langkah ini diambil atas kekhawatiran masyarakat terkait potensi bau, pencemaran, dan dampak lingkungan di sekitar RDF Plant Rorotan.