AYOJAKARTA.COM - Salah satu upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara terapkan 3M Plus kepada masyarakat.
Kepala Puskesmas Kecamatan Pademangan, Nur Rahmat mengatakan, berdasarkan data per 13 April, setidaknya terdapat 22 kasus suspek DBD yang masih dalam tahap penelusuran.
"Penelusuran dilakukan untuk memastikan domisili kasus. Dari hasil sementara, sembilan orang tidak berdomisili di Pademangan, empat orang terkonfirmasi positif DBD, dan sisanya masih dalam proses," ujarnya, Selasa (14/4).

Puskesmas bersama lintas sektor terus menggencarkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui program Gebyar PSN di Kelurahan Ancol, Pademangan Barat, dan Pademangan Timur.
"Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat sebagai langkah preventif mencegah DBD," terangnya.
Menurutnya, fogging bukan merupakan langkah pencegahan, melainkan penanggulangan dalam kondisi tertentu. Fogging dilakukan sebagai langkah terakhir apabila terdapat lebih dari dua kasus positif DBD dan ditemukan jentik nyamuk.
"Pelaksanaannya dilakukan dalam dua siklus dengan interval tujuh hari," ungkapnya.
Ia mengingatkan, fogging tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan, serta harus dilakukan oleh petugas yang berkompeten.

"Hingga saat ini, fogging baru dilaksanakan di RW 02, Kelurahan Ancol," bebernya.
Ia memaparkan, jumlah kasus DBD saat ini masih lebih rendah dibandingkan pada Maret lalu.
Meskipun demikian, masyarakat diminta tetap waspada dengan menerapkan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas.
"Warga juga dapat melakukan langkah tambahan, seperti menggunakan obat nyamuk dan rutin memeriksa tempat penampungan air," imbuhnya.***
Share this article
Salah satu upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara terapkan 3M Plus kepada masyarakat.