AYOJAKARTA.COM – Setiap kali mendekati datangnya Idul Adha, sebagian kalangan sering dibuat terheran dengan perilaku tidak biasa yang dilakukan oleh Kucing liar.
Berbeda dengan jenis rumahan atau peliharaan yang mudah terpantau, kedatangan Idul Adha acap kali melahirkan sederet pertanyaan menarik tentang keberadaan Kucing liar.
Sebab pada perayaan hari Idul Adha seperti yang akan segera dirasakan, menghilangnya Kucing liar secara mendadak sering menjadi fenomena membingungkan.
Baca Juga: Informasi Lengkap SPMB Jabar 2025: Jadwal, Cara Daftar, dan Persyaratan Pendaftaran
Meski tidak berlaku secara mutlak atau pasti, sebagian kalangan khususnya pemerhati Kucing bisa saja menyadari kejanggalan semacam ini.
Felis Catus atau Kucing secara umum sangat tertarik dengan aroma daging dan bau amis yang banyak tersedia di tempat-tempat pemotongan hewan qurban.
Namun keberadaan Kucing liar yang biasanya berlenggok atau sebatas memantau teritori, justru jarang terlihat saat perayaan Idul Adha.
Selain keberadaan Kucing liar yang mendadak hilang secara misterius dari peredaran, kejanggalan juga sering ditunjukan oleh Kucing Betina rumahan.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Jalur dan Tahap di SPMB Jakarta 2025
Saat mendekati datangnya hari Idul Adha, sikap tidak biasa akan diperlihatkan oleh Kucing Betina dengan lebih sering memindahkan anak-anaknya.
Fenomena menghilangnya Kucing liar atau memindahkan anaknya lebih sering bagi Betina rumahan, dipercaya oleh sebagian kalangan karena mengalami ketakutan.
Memiliki indera penciuman dan penglihatan melebihi manusia biasa, Kucing yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai Penyerap Emosi dipercaya menyimpan sesuatu.
Disamping spekulasi rasa takut karena kerumunan dan aroma darah, Kucing juga dianggap melihat Penampakan Malaikat sehingga perlu memberi ruang sebagai penghormatan.
Baca Juga: Waspada! Ada 15 Kasus COVID-19 di Jakarta Selatan Selama 2025, Ini Imbauan Penting dari Kemenkes
Selain sengaja memberikan penghormatan kepada Para Malaikat, fenomena hilangnya Kucing liar saat Idul Adha juga disebut karena kuatnya energi yang dihasilkan manusia.
Menurut perspektif mitologi kuno, Kucing akan cenderung menghindari tempat-tempat penyembelihan massal bukan sebab takut tetapi karena emosi saat itu terlalu kuat.
Menurut pandangan kaum spiritualis, alasan Kucing cenderung menghilang selama Idul Adha adalah karena membutuhkan ruang khusus untuk menyendiri.
Paparan energi yang sangat bervariasi dan dominan seperti rasa takut, sedih, bahagia, ragu, bangga diri, membuat Kucing kelelahan sehingga memilih pergi sementara waktu.
Baca Juga: 35 Ucapan Menyambut Idul Adha 2025: Penuh Doa, Makna, dan Harapan Kebaikan
Menurut kajian ilmiah, seluruh bagian indera pada Kucing akan cenderung lebih aktif dan intens saat perayaan Idul Adha sehingga membuatnya merasa tertekan.
Sebagaimana kebanyakan hewan yang tidak tahan pada frekuensi vibrasi atau situasi tertentu, Kucing menurut perspektif ilmiah mengalami hal serupa setiap Idul Adha. ***
Share this article
Kucing liar sering hilang saat Idul Adha, diduga karena stres, takut, atau sensitif terhadap aroma darah dan energi emosional di sekitarnya.