AYOJAKARTA.COM -- Bukan hanya sekedar mengisi tenaga, sahur juga dapat menjauhkan dari keinginan membatalkan puasa Ramadhan.
Selain itu, sahur merupakan salah satu amalan sunah dalam pelaksanaan ibadah puasa.
Amalan tersebut berupa tindakan makan dan minum pada waktu dini hari sebelum menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga: Rekomendasi Menu Sahur Sederhana: Tumis Ayam Jagung dan Air Nabeez, Tinggi Protein dan Menyehatkan
Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk makan sahur sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
Namun, terkadang seseorang dapat melewatkan makan sahur karena bangun kesiangan.
Lantas, apa hukum dari puasa tanpa sahur dalam Islam? Simak penjelasannya dibawah ini.
Adapun alasan dari seseorang yang puasa tanpa sahur, seperti kesiangan, kesibukan, atau karena merasa cukup kuat menahan lapar hingga waktu berbuka.
Baca Juga: 5 Tradisi Unik Muslim di Berbagai Negara sebagai Pengingat Waktu Sahur dan Berbuka di Bulan Ramadhan
Islam tidak mewajibkan sahur, namun sangat menganjurkannya karena mengandung keberkahan dan manfaat yang besar bagi tubuh.
Walaupun tidak berpengaruh terhadap keabsahan puasa, namun Rasulullah SAW menganggap bahwa makan sahur penting.
Namun, perlu diingat bahwa melewatkan makan sahur artinya sama dengan kehilangan keberkahan dari sahur itu sendiri.
"Makan sahurlah kalian, karena di dalamnya terdapat keberkahan." (HR. Bukhari & Muslim).
Baca Juga: Bangun Kesiangan Tanpa Sahur Tapi Lanjut Berpuasa Apakah Tetap Sah? Begini Hukumnya...
Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun sahur tidak menjadi syarat wajib, Rasulullah SAW tetap menganjurkannya sebagai bentuk persiapan fisik dan spiritual dalam menjalani puasa.
Dengan demikian melewatkan hukum dari puasa tanpa sahur masih termasuk sah, namun seseorang akan kehilangan keutamaan dan berkah dari sunnah tersebut.
Maka dari itu, jika memungkinkan, sebaiknya tetap menjalankan sahur meskipun dengan makanan atau minuman sederhana.
Namun, jika terlewat maka hukum puasa tanpa sahur tetap terhitung sah dan dapat dilanjutkan tanpa ragu.
Puasa sendiri menjadi ibadah wajib bagi umat Islam yang mukallaf di bulan Ramadan.
Dalam pelaksanaan ibadah puasa, terdapat beberapa amalan sunah lain yang turut menyertainya, salah satunya adalah sahur.***

Share this article
Bukan hanya sekedar mengisi tenaga, sahur juga dapat menjauhkan dari keinginan membatalkan puasa Ramadhan.