AYOJAKARTA.COM -- Salat Tarawih adalah salah satu ibadah yang paling dinantikan saat bulan Ramadan. Setiap malam, masjid-masjid penuh dengan umat Islam yang ingin mendekatkan diri kepada Allah melalui salat malam ini.
Namun, sering kali muncul pertanyaan: surat apa yang sebaiknya dibaca dalam setiap rakaat?
Pada dasarnya, tidak ada aturan baku mengenai bacaan surat dalam salat Tarawih. Imam atau individu yang melaksanakan salat sendiri bisa memilih surat sesuai dengan kemampuan dan kondisi jamaah.
Hal ini penting karena di dalam jamaah biasanya ada orang tua, anak-anak, hingga mereka yang baru belajar memperdalam agama. Maka, memilih surat yang tidak terlalu panjang bisa menjadi pertimbangan agar semua jamaah tetap nyaman dalam beribadah.
Baca Juga: Ide Jualan Ramadhan dengan Modal Usaha Murah, Tahu Isi Renyah dan Gurih
Rekomendasi Bacaan untuk Salat Tarawih
Berikut beberapa pilihan surat yang bisa dijadikan bacaan dalam rakaat-rakaat Salat Tarawih dikutip dari situs resmi Muhammadiyah:
- Rakaat Pertama: Ayat Kursi (Al-Baqarah 2:255)
Ayat yang sangat agung ini mengandung makna tauhid dan keesaan Allah. Bacaan ini bisa menjadi pengingat akan kekuasaan dan perlindungan-Nya.
- Rakaat Kedua: Surat Al-Dhuha (93:1-11)
Surat yang memberikan ketenangan dan harapan bagi setiap Muslim agar selalu bersabar serta percaya bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
- Rakaat Ketiga: Al-Baqarah ayat 1-7
Ayat-ayat awal dari Surat Al-Baqarah ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
- Rakaat Keempat: Surat Al-Takasur (102:1-8)
Surat pendek ini mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam kesenangan dunia semata dan lebih fokus pada kehidupan akhirat.
- Rakaat Kelima: Al-Baqarah 284-285
Mengajarkan tentang pentingnya iman dan kepasrahan total kepada Allah dalam segala aspek kehidupan.
- Rakaat Keenam: Surat Al-Ma’un (107:1-7)
Pesan kuat dalam surat ini adalah bahwa ibadah bukan hanya ritual, tetapi juga harus berbuah pada kepedulian sosial terhadap sesama.
- Rakaat Ketujuh: Al-Baqarah 286
Ayat ini mengingatkan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya.
- Rakaat Kedelapan: Surat Al-Nas (114:1-6)
Sebagai penutup, surat ini sangat baik karena merupakan doa perlindungan dari segala kejahatan, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Baca Juga: Hafalkan sebelum Ramadan! Doa Setelah Salat Tarawih dan Witir Sesuai Sunnah Nabi
Bacaan untuk Salat Witir
Salat Witir memiliki keistimewaan tersendiri. Berbeda dengan Tarawih yang bebas dalam pemilihan surat, Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan membaca surat tertentu dalam tiga rakaat Witir, yaitu:
- Rakaat Kesembilan: Surat Al-A’la (87:1-19)
Berisi pujian kepada Allah serta pengingat untuk selalu mensucikan diri dengan ibadah dan kebaikan.
- Rakaat Kesepuluh: Surat Al-Kafirun (109:1-6)
Menegaskan sikap tegas dalam keyakinan, tanpa mencampuradukkan ajaran Islam dengan kepercayaan lain.
- Rakaat Kesebelas: Surat Al-Ikhlas (112:1-4)
Surat yang menegaskan keesaan Allah, sangat dianjurkan untuk dibaca dalam berbagai ibadah.
Baca Juga: Honor X9C Bakal Rilis Resmi di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Fitur-fiturnya
Dalam memilih bacaan salat, baik imam maupun individu yang salat sendiri hendaknya mempertimbangkan kenyamanan. Rasulullah ﷺ sendiri mengingatkan dalam hadisnya:
"Hai sekalian manusia, sesungguhnya di antara engkau semua ada orang-orang yang menyebabkan orang lain lari. Maka siapa saja di antara kalian yang menjadi imam shalat untuk orang banyak, hendaklah ia mempersingkat bacaannya, sebab sesungguhnya di belakangnya itu ada orang yang sudah tua, anak kecil, dan ada pula orang yang segera hendak mengurus keperluannya." (HR. Bukhari & Muslim)
Jadi, yang terpenting dalam melaksanakan Salat Tarawih dan Witir adalah melakukannya dengan khusyuk dan tidak memberatkan diri maupun orang lain.

Share this article
Memilih surat yang tidak terlalu panjang bisa menjadi pertimbangan agar semua jamaah tetap nyaman dalam beribadah.