AYOJAKARTA.COM – Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa menurut umat Muslim.
Salah satu bentuk keistimewaan dari Bulan Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar.
Para ulama menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang mulia lebih dari 1000 bulan.
Barangsiapa yang melakukan ibadah di malam Lailatul Qadar maka akan mendapatkan pahala lebih dari 83 tahun tanpa henti mengerjakan amalan tersebut.
Salah satu bentuk amalan atau ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan di malam Lailatul Qadar adalah beritikaf di Masjid.
Beritikaf di Masjid bukan hanya berdiam diri saja melainkan memperbanyak Salat, memperbanyak membaca Al-Quran, dan memperbanyak berdzikir.
Tetapi, tidak semua Muslim dapat melakukan itikaf di dalam Masjid karena suatu alasan seperti bekerja mencari nafkah atau wanita yang sedang berhalangan atau haid.
Baca Juga: Banding Ditolak dan Ferdy Sambo Tetap Vonis Mati, PT DKI Jakarta: Menguatkan PN Jaksel!
Lantas bagaimana amalan yang bisa dilakukan bagi wanita yang sedang berhalangan atau haid untuk bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar?
Menurut Buya Yahya kasih sayang yang diberikan oleh Allah SWT sangat lah luas.
Allah SWT memberikan kasih sayang kepada hambanya juga tak terbatas.
Buya Yahya menyebutkan bahwa amalan atau ibadah prioritas yang dilakukan di malam Lailatul Qadar adalah beri'tikaf di dalam Masjid.
“Memang disana ada beberapa amalan prioritas, yang perlu kita utamakan adalah untuk bisa menyambut malam Lailatul Qadar upayakan untuk bisa beri'tikaf di masjid,” sebutnya.
Baca Juga: Humble Banget! Tak Hanya Keliling Kampung Bangunkan Orang Sahur, Ayu Ting Ting juga Bagi-bagi Duit
Tetapi, bagi orang yang tidak bisa beri'tikaf karena adanya uzur seperti bekerja atau haid bagi wanita, juga dapat melakukan amalan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Buya Yahya mengatakan bahwa orang yang tidak beri'tikaf bukan berarti tidak bisa mendapatkan Lailatul Qadar.
“Akan tetapi bagi orang yang tidak bisa beri'tikaf bukan berarti anda tidak bisa mendapatkan lailatul qadar,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu (12/4).
Buya Yahya menjelaskan bahwa orang yang tidak beri'tikaf saat 10 hari terakhir di Bulan Ramadan, hendaknya tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Terkuak! AG Ngaku Diperkosa David, Ternyata Sudah 5 Kali Berhubungan Badan dengan Mario Dandy
“Akan tetapi dimanapun anda berada hendaknya engkau selalu dekat dengan Allah SWT,” jelasnya.
Salah satu cara bagi wanita agar tetap bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar meskipun dalam keadaan halangan atau haid adalah dengan berdzikir dan bersholawat.
“Wanita haid hendaknya jangan dijadikan libur untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Buya Yahya.
“Memang kamu tidak bisa melakukan Salat Tarawih, di siang hari pun tidak berpuasa akan tetapi jangan sampai lisanmu lepas dari bersholawat kepada Rasulullah dan beristighfar,” sambungnya.
Buya Yahya menyebutkan bahwa dzikir yang dilantunkan oleh wanita yang sedang haid di 10 malam terakhir menunjukkan bahwa dirinya rindu akan malam Lailatul Qadar.
Kerinduan tersebut lah yang disebutkan oleh Buya Yahya yang menjadikan Allah SWT memberikan pahala kepada wanita yang sedang haid sama dengan orang yang beri'tikaf di dalam Masjid.
“Karena anda melakukan yang demikian maka Allah SWT maha kasih, karena makna dzikir anda di malam itu adalah disamping makna dzikir dan kerinduan kepada Allah SWT disitu terlihat engkau rindu bisa melakukan ibadah di Masjid, karena dirimu haid Allah SWT maha tahu diberi pahalanya orang i'tikaf,” jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Mengapa Hotspot Tidak Bisa Tersambung di iPhone? Ini Solusinya
“Malam Lailatul Qadar masih mungkin didapat oleh orang yang dalam keadaan haid tapi catatannya adalah memuliakan malam itu maka Allah SWT akan memuliakannya dengan mendapatkan malam Lailatul Qadar,” pungkasnya.***

Share this article
Kata Buya Yahya Anda yang sedang haid bisa lakukan amalan ini di malam lailatul qadar atau 10 hari terakhir Ramadan