AYOJAKARTA.COM – Puasa merupakan ibadah yang diwajibkan untuk dilakukan oleh setiap Muslim ketika di Bulan Ramadan.
Puasa adalah menahan rasa lapar dan haus dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Ketika puasa kita juga diwajibkan menahan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya sepeti berhubungan badan atau keluarnya sperma secara sengaja.
Selain itu, puasa juga diharuskan untuk menahan hal-hal yang dapat mengurangi pahala yang didapat seperti marah atau bergunjing.
Puasa di Bulan Ramadan akan diganjar dengan pahala yang sangat melimpah dari Allah SWT.
Ketika berpuasa, kita harus menyiapkan menu untuk berbuka puasa.
Bukan hanya itu saja, banyak orang ketika di Bulan Ramadan akan berjualan menu berbuka puasa.
Baca Juga: KUR BRI 2023 Tidak Bisa Cair 100 Persen dan Pinjaman Tidak Bisa Diambil Semua? Bagini Penjelasannya
Lantas bagaimana hukumnya mencicipi makanan ketika sedang berpuasa?
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Buya Yahya pada Rabu (5/4), Buya Yahya menjelaskan tentang hukum mencicipi makanan ketika berpuasa.
Menurut Buya Yahya mencicipi makanan tidak membatalkan puasa asal tidak ditelan.
Beliau menambahkan meskipun mencicipi makanan sebanyak satu timba asalkan tidak ditelan, hal tersebut tidak membatalkan puasa.
“Cicipi sayur biarpun satu timba tidak batal asalkan jangan ditelan,” tutur Buya Yahya.
“Pokoknya jangan ditelan,” sambungnya.
Buya Yahya mengatakan ketika ingin memasak makanan untuk berbuka puasa diperbolehkan untuk mencicipi agar mengetahui rasa makanan tersebut.
Beliau menegaskan bahwa ketika mencicipi makanan jangan ditelan, apabila ditelan maka puasanya batal.
“Maka waktu masak boleh mencicipi sayur biar tahu ini asin atau tidak tapi ingat jangan ditelan,” katanya.
Baca Juga: Tidak Takut! Raffi Ahmad Blak-blakan: Saya Tidak Kenal Rafael, Tapi Menantunya Memang Kerja di Rans
“Kalau ditelan batal,” tambah Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa mencicipi makanan hanya dirasakan di lidah saja.
Setelah dirasakan di lidah maka makanan tersebut harus dibuang dan jangan ditelan.
“Mencicipi maksudnya hanya dirasakan di lidah setelah itu di lepeh dibuang jangan ditelan,” pungkas Buya Yahya.***

Share this article
Bagaimana hukum mencicipi makanan ketika bulan puasa, apakah diperbolehkan? atau akan batal puasanya? Ini kata Buya Yahya