Parah Banget, Ini Cuitan Alissa Wahid Anak Gus Dur Soal Koper yang Diacak-acak Petugas Bea Cukai Dikira TKW

Alissa Wahid mengungkapkan pengalaman tak menyenangkan soal pelayanan yang ia dapat dari pihak Bea Cukai.
Alissa Wahid mengungkapkan pengalaman tak menyenangkan soal pelayanan yang ia dapat dari pihak Bea Cukai.

AYOJAKARTA.COM – Usai viralnya cuitan WNI yang menang lomba di Jepang namun justru kena palak saat akan mengambil paket piala, pihak Bea Cukai langsung jadi sorotan.

Rupanya, pengalaman yang sama juga dialami oleh anak Presiden ke-5 RI KH. Abdurrahman Wahid yang bernama Alissa Wahid.

Baru-baru ini Alissa Wahid mengungkapkan pengalaman tak menyenangkan soal pelayanan yang ia dapat dari pihak Bea Cukai bandara 5 tahun yang lalu.

Diceritakan kala itu anak Gus Dur tersebut tiba di Bandara Soetta setelah acara konferensi dari Taiwan.

Baca Juga: 2 Borok Oknum Bea Cukai Terbongkar Pekan Ini: WNI Dipalak Saat Ambil Piala dan Koper Putri Gus Dur Diacak-acak

Namun saat tiba di Bandara, Alissa Wahid langsung diarahkan menuju meja pemeriksaan kedatangan dari luar negeri.

Oleh pihak Bea Cukai Alissa Wahid dicecar dengan berbagai pertanyaan bernada intimidasi dari pihak Bea Cukai tersebut.

Kemudian yang lebih mengejutkan, pihak Bea Cukai juga membuka dan mengaduk-aduk isi koper Alissa Wahid untuk memeriksa apakah ia membawa barang dari luar negeri.

“Suatu Ketika saya pulang dari konferensi di Taiwan. Di Cengkareng, saya diarahkan menuju meja pemeriksaan yang di dalam itu. Mbak petugas nanya: Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa aja? Buka kopernya,” tulis putri Gus Dur tersebut di akun Twitter pribadinya @AlissaWahid pada Rabu, 22 Maret 2023.

Baca Juga: PARAH! Tak Hanya Palak Pajak Rp4 Juta pada WNI, Oknum Bea Cukai Juga Intimidasi Acak-acak Koper Putri Gus Dur

Petugas Bea Cukai tersebut juga terus mencecar Alissa Wahid dengan bertanya kenapa membawa koper besar hingga bertanya mendapat gaji berapa dan sebagainya.

“Kata petugasnya: Kerja apa 3 hari di Taiwan? Kok bawaannya koper gede? Beli apa saja? Emang dibayar berapa? Kok kamu bisa belanja & bawa barang banyak? Kamu kerja apa?" tulisnya lagi.

Ditanya seperti itu, Alissa Wahid menjawab bahwa ia baru pulang dari acara konferensi di Taiwan.

"Saya jawab, konferensi," tegas Alissa.

Baca Juga: Memori Ramadan: Gus Dur Tawarkan Salat Tarawih Versi NU Lama vs NU Baru, Soeharto Pilih yang 'Berdiskon'

Mendengar jawaban Alissa Wahid, petugas Bea Cukai masih kembali bertanya dengan nada tak percaya.

"Petugas: 'sering ya ke luar negeri?. Saya: 'ya. Bisa lihat di paspor, mbak. Dia buka-buka paspor. Petugas: 'kok sering ke luar. Kerja apa?' Saya jawab, LSM," tulis Alissa.

Usai petugas Bea Cukai tersebut mengecek paspor, Alissa Wahid mengatakan bahwa wajah petugas yang mengaduk-aduk kopernya berubah kecut.

“Petugas menengok, tampangnya agak kecut, lalu kembalikan paspor : 'Silakan'. Saya beberes koper yang udah dia aduk-aduk," tambah Alissa.

Baca Juga: David Korban Penganiayaan Mario Dandy Anak Pejabat Kemenkeu, Merupakan Sosok Mualaf yang Mengidolakan Gus Dur

Cuitan Alissa Wahid itu pun langsung mendapat respon dari warganet yang juga merasa jengkel dengan tindakan petugas Bea Cukai tersebut.

“Gregeten bacanya,” tulis @GaestroOrly.

“Dia gak tau abis ngacak2 koper anak presiden,” tulis netizen pemilik akun @tiyangalitt.

“Dulu kan ada terminal khusus kedatangan TKI, sejak itu dihapus, keliatannya putus as acari remah-remah akhirnya nekat nyari siapa aja yg bisa dipalak,” tulis yang lain.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Alissa Wahid
# TKW
# Gus Dur
# Bea Cukai

News Update

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.