AYOJAKARTA.COM - Jelang Ramadhan 1444 H, umat Islam akan melaksanakan ibadah wajib puasa.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa wajib selama 30 hari pada bulan Ramadhan.
Lantaran hukumnya wajib, ibadah puasa ini tidak boleh ditinggalkan, namun apabila ada udzur atau halangan maka diperbolehkan menggantinya atau qadha.
Seseorang bertanya kepada Buya Yahya bagaimana cara membayar hutang puasa yang tidak tau berapa jumlah yang ditinggalkan.
Ini jawaban Buya Yahya tentang bagaimana membayar hutang puasa waktu di masa lampau yang lupa akan jumlahnya.
Baca Juga: Sudah Siap untuk Bulan Rajab 1444 Hijriyah? Berikut Waktu, Keutamaan, serta Niat Puasa Rajab
Bayar Hutang Puasa Ramadhan
Buya Yahya menjelaskan bagaimana dengan hutang puasa yang lupa jumlahnya.
Puasa itu adalah ibadah wajib umat Muslim yang diperintahkan Allah SWT, maka jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa.
Termasuk kaum wanita yang diberi kelebihan mengalami haid atau menstruasi, yang berarti tidak suci.
Sedangkan melakukan ibadah harus dengan keadaan suci, maka wanita yang sedang haid diharamkan untuk melakukan puasa.
Namun dapat mengganti hutang puasanya di lain waktu di luar bulan Ramadhan.
Jika meninggalkan ibadah puasa itu dosa dan menjadi hutang, bagaimana cara membayarnya?
"Permudah jalan hijrah, jangan persulit jalan hijrah, maka kami sampaikan yang punya tato gak usah dihapus tatto," ujar Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Kamis, 12 Januari 2023.
Ia menyampaikan bahwa, ibadah shalat dan puasa yang ditinggalkan harus dibayar, membayarnya dengan cara meng-qadha.
"Bahasa Fiqihnya adalah siapapun yang meninggalkan puasa atau shalat tanpa ada udzur maka wajib di-qadha," jelas Buya Yahya
Di-qhada selama waktu yang ditinggalkan, contohnya, meninggalkan ibadah puasa selama 20 tahun silam, maka harus sesuai dengan waktu yang ditinggalkan.
Namun, Buya Yahya mengatakan bahwa ada pendapat lain tentang umat Islam diringankan agar meng-qadha semampunya.
Cara meng-qadhanya saat bisa melakukan puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis dan lakukan lebih banyak lagi mengqadhanya agar cepat lunas hutangnya.
"Jika itu puasa, dia ambil waktu orang-orang puasa sunnah, anda melakukan puasa wajib meng-qadha," ujar Buya Yahya.
"Kalo ternyata keburu mati (meninggal) sebelum beres utangnya, anda sudah niat membayarnya, Allah SWT maha pengampun, ini untuk orang hijrah," sambungnya.***

Share this article
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bagaimana cara membayar hutang puasa Ramadhan yang sudah lupa jumlahnya.