AYOJAKARTA.COM – Berbicara tentang Rajab pasti akan teringat dengan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah yang jatuh setelah Jumadil akhir.
Bulan Rajab merupakan bulan yang istimewa karena merupakan lading menimbun kebaikan sebelum Ramadhan datang.
Rajab jatuh sebelum bulan Sya’ban yang menandai telah dekatnya dengan bulan Ramadhan.
Di bulan ini umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala, salah satunya menunaikan amalan puasa Rajab.
Baca Juga: Qodho Puasa Tertunda? UAS: Boleh Qadha Puasa Setelah Nisfu Syaban
Puasa Rajab memiliki beberapa keutamaan yang dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.
“Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai yang bernama Rajab, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allah SWT dari sungai itu (HR.Bukhari dan Muslim).”
Tak hanya itu saja, diriwayatkan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
“Berpuasa pada hari pertama bulan Rajab menghapus dosa selama 3 tahun, berpuasa pada hari kedua menghapus dosa selama dua tahun, dan berpuasa pada hari ketiga menghapus dosa selama satu tahun, kemudian untuk setiap harinya selama sebulan (HR Al Khail dalam Fadhail Syahrur Rojab).”
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa yang lebih baik di bulan apa selain bulan Ramadhan.
Beliau menjawab bahwa berpuasalah pada bulan Allah yakni bulan yang tuli. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa bulan yang melimpah.
Seperti dikatakan oleh Abu Ubaid, maksudnya adalah bulan Rajab, karena pada bulan itu Allah melimpahkan rahmatnya.
Bulan Rajab disebut sebagai bulan yang tuli, hal ini dikarenakan Allah SWT mengharamkan peperangan di dalamnya sehingga tidak terdengar pertumpahan darah dan gemuruh suara perang.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Berpuasalah bulan-bulan mulia yaitu bulan Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan tinggalkanlah. Berpuasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah, berpuasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah.”
Dihimpun dari berbagai sumber, terdapat banyak hadits yang meriwayatkan tentang puasa di bulan Rajab, dapat ditarik kesimpulan mengenai keutamaan puasa Rajab sebagai berikut.
Baca Juga: Niat Puasa Rajab 2023 Lengkap dengan Keutamaannya, Yuk Lakukan Agar Dapat Kemuliaan dari Tuhan
1. Melaksanakan Puasa Rajab Hukumnya Sunnah
Maksudnya di sini adalah ketika mengerjakannya akan mendapatkan pahala sedangkan bila tidak mengerjakannya tidak akan berdosa.
2. Diberi Minum oleh Allah SWT dari Sungai di Surga
Surga merupakan tempat terbaik di mana keindahannya jauh lebih dari yang ada di dunia, sehingga air dari surga pasti melebihi segala macam air yang dijumpai di dunia.
3. Dihapus Dosanya oleh Allah SWT
Pahala menghapus dosa yang didapat ketika berpuasa Rajab berbeda-beda. Puasa di hari pertama bulan Rajab menghapus dosa selama 3 tahun.
Berpuasa pada hari kedua menghapus dosa selama dua tahun, dan berpuasa pada hari ketiga menghapus dosa selama satu tahun, sedangkan dalam hari-hari seterusnya dihapus dosa selama satu bulan.
4. Sama dengan Berpuasa di Bulan yang Mulia
Bila melakukan hal mulia (puasa) pada bulan yang mulia, maka keutamaan dan kemuliaannya akan lebih besar didapatkan.***

Share this article
Rajab jatuh sebelum bulan Sya'ban yang menandai telah dekatnya dengan bulan Ramadhan. Ada keutamaan puasa sunnah.