Teks Khutbah Jumat 15 Desember 2023 Singkat Tema Menjaga Silaturahmi dan Saling Menghormati di Tahun Politik

Teks Khutbah Jumat 15 Desember 2023 Singkat Tema Menjaga Silaturahmi dan Saling Menghormati di Tahun Politik (Pexels)
Teks Khutbah Jumat 15 Desember 2023 Singkat Tema Menjaga Silaturahmi dan Saling Menghormati di Tahun Politik (Pexels)

AYOJAKARTA.COM - Teks khutbah Jumat, 15 Desember 2023 yang singkat ini dapat disampaikan khatib pada saat salat Jumat.

Khutbah Jumat kali ini bertema tentang menjaga silaturahmi dan saling menghormati di tahun politik.

Langsung saja, berikut ini teks khutbah Jumat, 15 Desember 2023 yang dapat disampaikan khatib kepada jamaah salat Jumat, dilansir oleh AyoJakarta.com dari islam.nu.or.id.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat dan Terbaru tentang Senyum Adalah Ibadah

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْـدُ. فَإِنِّيْ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ. إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ .وقال أيضا: وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ.كَمَا أُوْصِيْ بِطَاعَةِ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَائِلِ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعةِ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةً ضَلاَلَةٌ.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah

Melalui pesan ayat dan hadits yang baru dibacakan, khatib mengingatkan diri pribadi sekaligus mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan komitmen dalam bertakwa kepada Allah. Kita tingkatkan terus komitmen kita untuk taat menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi segenap larangan-larangannya.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Dalam rangka meningkatkan komitmen ketakwaan, terutama untuk menyambut tahun politik yang saat ini sudah mulai terbuka pintunya, penting bagi kita untuk mencermati pesan ayat Al-Quran. Tujuannya agar keimanan dan ketakwaan kita tidak hanyut terbawa arus politik; supaya kita juga tidak memolitisasi keimanan dan ketakwaan. Dengan itulah, kita justru bisa menjalani politik di negeri kita ini dengan penuh keimaman dan ketakwaan. Itulah politik yang diridhai Allah. Kita harus jadikan keimanan dan ketakwaan sebagai pedoman dalam berpolitik. "Fattaqullah fil qiyami bil umuris siyasiyyah". Mari kita selalu bertakwa dalam menjalani seluruh aktivitas perpolitikan kita.

Baca Juga: Lengkap! Tata Cara dan Bacaan Bilal Sebelum Khutbah Sholat Jum'at dan Artinya

Dalam ayat pertama yang khatib bacakan, Allah swt berfirman:

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

Artinya: “Sungguh, ini adalah umatmu, [yaitu] umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian. Oleh karena itu, beribadahlah kepada-Ku!” (QS. Al-Anbiya: 92).

Lalu, dalam ayat kedua ada kemiripan. Allah berfirman:

وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

Artinya: “Sungguh, ini adalah umatm [yaitu] umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian. Oleh karena itu, bertakwalah kepada-Ku!” (QS. Al-Mu’minun: 52).

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Mari kita renungkan kedua ayat tersebut. Keduanya mengandung dua pernyataan tegas yang sama, tentang hakikat umat dan tentang satu Tuhan. Selain kedua ayat ini, sebenarnya masih banyak lagi ayat Al-Quran yang memberikan pernyataan tegas tentang hakikat umat ini adalah satu. Dalam bahasa budaya di negeri kita disebut dengan "Tunggal Ika". Umat ini secara sunnatullah memang dijadikan berbeda-beda oleh Allah, namun hakikatnya tetap satu jua. Bhinneka Tunggal Ika. Begitulah semboyan negara kita, persis sesuai dengan pesan ayat-ayat Al-Quran.

Baca Juga: Habib Ali Hasan al-Bahar Akan Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah

Pertama, Allah menegaskan umat ini, umat Nabi Muhammad khususnya, dan umat manusia umumnya adalah satu kesatuan. Itulah hakikat kita. Bahkan binatang-binatang pun pada hakikatnya juga satu kesatuan umat seperti manusia: "umamun amtsaalukum".

Kedua, Allah menegaskan bahwa "Akulah Tuhan kalian". Seluruh umat manusia diciptakan dan diurus oleh satu Tuhan yang sama, yaitu Allah, meskipun keyakinan mereka tentang Tuhan bisa jadi berbeda-beda.

Penegasan pertama dan kedua ini menyiratkan sebuah pesan untuk menjaga fitrah umat ini. Fitrah umat adalah persatuan (ummatan wahidah). Kemudian penegasan kedua menyiratkan sebuah pesan untuk fokus mencapai ridha Tuhan. Kita hanya bertugas menjalani aktivitas keumatan, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan umat. Jangan melihat perbedaan-perbedaan yang akhirnya membuat umat menjadi terpecah belah. Lihatlah bahwa kita yang berbeda-beda ini memiliki Tuhan yang sama. Kita berasal dari Tuhan Sang Pencipta yang sama. Kita pun menuju Tuhan yang sama. Jangan mencari perbedaan yang sudah jelas kelihatan oleh mata kita, melainkan carilah ridha Allah di balik keragaman dan kebhinnekaan umat itu dengan cara tetap menjaga persatuan dan kesatuannya.

Dua ayat ini juga memberikan perintah teknis dengan redaksi yang berbeda, namun semangatnya tetap sama. Ayat pertama memerintahkan untuk tetap beribadah kepada Allah, hanya menyembah-Nya (fa’buduun). Sedangkan ayat kedua memerintahkan untuk tetap senantiasa bertakwa kepada Allah (fattaquun). Dua perintah ini tentu memiliki semangat yang sama, meskipun redaksi teknisnya berbeda. Ibadah itu adalah ketakwaan, dan ketakwaan sendiri adalah ibadah.

Baca Juga: Cawe-Cawe Presiden Makin Menjadi Polemik di Tahun Politik, Pengamat: Ada Domain Privat dan Domain Publik

Dalam perintah beribadah (fa’buduun) tersimpan rahasia dan makna mendalam berupa motivasi untuk selalu taat. Ada harapan positif yang bertambah (raja’) dalam perintah ibadah ini. Sedangkan dalam perintah bertakwa (fattaquun), tersimpan rahasia makna mendalam berupa kewaspadaan dan menambah rasa khauf (takhwif).

Dengan beribadah, harapan kita untuk menjadi umat yang lebih baik bertambah. Dengan bertakwa, kita akan senantiasa terhindar dari perpecahan umat yang akhirnya menghambat kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemajuan, bahkan mengantarkan kepada kehancuran. Lalu, bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk melaksanakan perintah ibadah dan perintah bertakwa yang ada dalam ayat tersebut, terutama di tahun politik seperti ini?

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Tahun politik adalah masa di mana aktivitas politik, pemilihan umum, dan kampanye mendominasi perhatian masyarakat. Positifnya, ini memberikan kesempatan untuk partisipasi aktif, meningkatkan kesadaran politik, dan membuka diskusi terbuka mengenai isu-isu penting. Kampanye politik dapat mengedepankan visi dan pemilihan umum memberikan peluang perubahan positif.

Namun, di sisi lain, tahun politik juga membawa risiko seperti polarisasi, konflik, disinformasi, dan potensi kekerasan politik. Ketegangan dan perpecahan dapat merugikan dialog dan kerjasama, bahkan dapat menimbulkan permusuhan dan kehilangan kedamaian. Maka, dalam berpolitik, tetaplah bertakwa kepada Allah sebagai bekal utama. Wa tazawwaduu fa inna khairaz-zaadit-taqwaa. Rasulullah juga berpesan,

"أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعةِ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةً ضَلاَلَةٌ." رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ:حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

Artinya: ”Aku berpesan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada penguasa) meskipun kalian diperintah oleh seorang budak Habasyi. Dan sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena setiap bid`ah adalah sesat.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

Baca Juga: UAS Cerita Kenangan Bersama Habib Muhammad bin Ahmad al-Attas yang Meninggal Dunia

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Terlihat jelas situasi dalam hadits ini Rasulullah sedang memberikan pedoman teknis bagaimana menghadapi tahun-tahun politik yang penuh dengan perselisihan (ikhtilafan katsira). Perselisihan itu membuat kita menjadi sulit membedakan kebaikan dan keburukan serta kebenaran dan kesalahan. Itulah zaman fitnah, penuh dengan ujian dan cobaan berat. Selama masih belum lulus dari masa ujian itu, suatu bangsa pasti masih belum bisa memasuki masa yang damai serta penuh dengan kesejahteraan dan kemajuan.

Pesan Nabi ini memiliki kesamaan dengan pesan ayat yang telah kita cermati bersama. Beliau berpesan supaya kita senantiasa bertakwa. Cara bertakwa dalam situasi seperti ini adalah tetap taat dan patuh pada konstitusi, undang-undang, dan pemerintah yang sah (as-sam’u wat-tha’ah). Apapun kondisinya, siapapun pemimpinnya (wa in ta’ammara alaikum abdun habasyi), tidak ada alasan bagi kita untuk berbuat menyalahi aturan yang berlaku. Ini adalah prinsip yang harus dipegang erat nan kuat (addlu ‘alaiha bin-nawajidz).

Melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi aturan itulah sejatinya yang disebut dengan bid'ah. Itulah hal-hal baru yang tidak ada dalam aturan yang telah ditetapkan. Itulah yang disebut sebagai bid'ah yang menyesatkan dalam berbangsa dan bernegara. Hal baru nan mengada-ada inilah yang membuat umat jadi terpecah belah, hancur dan binasa. Lihatlah konstitusi kita, perhatikan undang-undang negara kita, dan cermatilah aturan-aturan pemerintah kita. Niscaya, kita akan selamat dari hal bidah yang mengacaukan kesatuan dan persatuan umat dan bangsa kita.

Baca Juga: 3 Amalan Rasulullah SAW Ini Buat Panjang Umur Namun Tetap Berkah! Apa Saja?

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Dari ayat dan hadits tadi, kita menjadi paham bahwa untuk menjalani ibadah dan ketakwaan dalam menjaga keutuhan umat dan bangsa ini adalah melalui ketaatan kepada konstitusi, undang-undang, dan pemerintah yang sah.

Ayat-ayat dan hadits tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai menjaga silaturahim, perdamaian, dan sikap saling menghormati dalam konteks tahun politik. Konsep "Bhinneka Tunggal Ika" dalam semboyan negara mencerminkan keberagaman umat yang bersatu dalam fitrah persatuan. Dalam menjaga silaturahim, umat diajak untuk mengenali bahwa meskipun berbeda, hakikatnya satu.

Perintah untuk tetap beribadah kepada Allah dan bertakwa pada-Nya, sejalan dengan nilai-nilai menjaga silaturahim. Ketakwaan kepada Tuhan menciptakan rasa tanggung jawab dan rasa hormat terhadap hak-hak dan perbedaan individu, membantu mewujudkan suasana saling menghormati.

Dalam konteks perdamaian, ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa satu-satunya Tuhan bagi semua umat manusia adalah Allah. Hal ini dapat dihubungkan dengan pentingnya memelihara perdamaian, menghindari konflik, dan menekankan pada nilai-nilai universal yang bersifat mendukung perdamaian dalam kehidupan bersama.

Dengan menjalankan perintah beribadah dan bertakwa, umat diajak untuk menjaga silaturahim dan memelihara perdamaian. Sikap saling menghormati muncul dari pemahaman bahwa semua umat berasal dari Tuhan yang sama. Dalam tahun politik, penerapan nilai-nilai ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog, mencegah perpecahan, dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Sholat Tahajud 2 Rakaat? 2 Bacaan Doa Surat Pendek yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Atas dasar itu semua, mari kita sempurnakan pemahaman dan upaya kita dalam bertakwa di tahun politik ini dengan sebuah harapan dan doa kepada Allah semoga kita senantiasa dimudahkan untuk membekali diri dengan ketakwaan dalam menjalani aktivitas perpolitikan kita.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ. عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Demikian teks khutbah Jumat, 15 Desember 2023 singkat dan padat yang bisa disampaikan khatib kepada jamaah saat salah Jumat. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# 15 Desember 2023
# singkat
# Teks
# Khutbah
# Jumat

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.