Teks Khutbah Jumat 15 Desember 2023 Singkat Tema Menjaga Silaturahmi dan Saling Menghormati di Tahun Politik

Teks Khutbah Jumat 15 Desember 2023 Singkat Tema Menjaga Silaturahmi dan Saling Menghormati di Tahun Politik (Pexels)

Teks Khutbah Jumat 15 Desember 2023 Singkat Tema Menjaga Silaturahmi dan Saling Menghormati di Tahun Politik (Pexels)

AYOJAKARTA.COM - Teks khutbah Jumat, 15 Desember 2023 yang singkat ini dapat disampaikan khatib pada saat salat Jumat.

Khutbah Jumat kali ini bertema tentang menjaga silaturahmi dan saling menghormati di tahun politik.

Langsung saja, berikut ini teks khutbah Jumat, 15 Desember 2023 yang dapat disampaikan khatib kepada jamaah salat Jumat, dilansir oleh AyoJakarta.com dari islam.nu.or.id.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat dan Terbaru tentang Senyum Adalah Ibadah

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْـدُ. فَإِنِّيْ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ. إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ .وقال أيضا: وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ.كَمَا أُوْصِيْ بِطَاعَةِ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَائِلِ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعةِ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةً ضَلاَلَةٌ.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah

Melalui pesan ayat dan hadits yang baru dibacakan, khatib mengingatkan diri pribadi sekaligus mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan komitmen dalam bertakwa kepada Allah. Kita tingkatkan terus komitmen kita untuk taat menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi segenap larangan-larangannya.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Dalam rangka meningkatkan komitmen ketakwaan, terutama untuk menyambut tahun politik yang saat ini sudah mulai terbuka pintunya, penting bagi kita untuk mencermati pesan ayat Al-Quran. Tujuannya agar keimanan dan ketakwaan kita tidak hanyut terbawa arus politik; supaya kita juga tidak memolitisasi keimanan dan ketakwaan. Dengan itulah, kita justru bisa menjalani politik di negeri kita ini dengan penuh keimaman dan ketakwaan. Itulah politik yang diridhai Allah. Kita harus jadikan keimanan dan ketakwaan sebagai pedoman dalam berpolitik. "Fattaqullah fil qiyami bil umuris siyasiyyah". Mari kita selalu bertakwa dalam menjalani seluruh aktivitas perpolitikan kita.

Baca Juga: Lengkap! Tata Cara dan Bacaan Bilal Sebelum Khutbah Sholat Jum'at dan Artinya

Dalam ayat pertama yang khatib bacakan, Allah swt berfirman:

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

Artinya: “Sungguh, ini adalah umatmu, [yaitu] umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian. Oleh karena itu, beribadahlah kepada-Ku!” (QS. Al-Anbiya: 92).

Lalu, dalam ayat kedua ada kemiripan. Allah berfirman:

وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

Artinya: “Sungguh, ini adalah umatm [yaitu] umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian. Oleh karena itu, bertakwalah kepada-Ku!” (QS. Al-Mu’minun: 52).

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Mari kita renungkan kedua ayat tersebut. Keduanya mengandung dua pernyataan tegas yang sama, tentang hakikat umat dan tentang satu Tuhan. Selain kedua ayat ini, sebenarnya masih banyak lagi ayat Al-Quran yang memberikan pernyataan tegas tentang hakikat umat ini adalah satu. Dalam bahasa budaya di negeri kita disebut dengan "Tunggal Ika". Umat ini secara sunnatullah memang dijadikan berbeda-beda oleh Allah, namun hakikatnya tetap satu jua. Bhinneka Tunggal Ika. Begitulah semboyan negara kita, persis sesuai dengan pesan ayat-ayat Al-Quran.

Baca Juga: Habib Ali Hasan al-Bahar Akan Sampaikan Khutbah Wukuf di Arafah

Pertama, Allah menegaskan umat ini, umat Nabi Muhammad khususnya, dan umat manusia umumnya adalah satu kesatuan. Itulah hakikat kita. Bahkan binatang-binatang pun pada hakikatnya juga satu kesatuan umat seperti manusia: "umamun amtsaalukum".

Kedua, Allah menegaskan bahwa "Akulah Tuhan kalian". Seluruh umat manusia diciptakan dan diurus oleh satu Tuhan yang sama, yaitu Allah, meskipun keyakinan mereka tentang Tuhan bisa jadi berbeda-beda.

Penegasan pertama dan kedua ini menyiratkan sebuah pesan untuk menjaga fitrah umat ini. Fitrah umat adalah persatuan (ummatan wahidah). Kemudian penegasan kedua menyiratkan sebuah pesan untuk fokus mencapai ridha Tuhan. Kita hanya bertugas menjalani aktivitas keumatan, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan umat. Jangan melihat perbedaan-perbedaan yang akhirnya membuat umat menjadi terpecah belah. Lihatlah bahwa kita yang berbeda-beda ini memiliki Tuhan yang sama. Kita berasal dari Tuhan Sang Pencipta yang sama. Kita pun menuju Tuhan yang sama. Jangan mencari perbedaan yang sudah jelas kelihatan oleh mata kita, melainkan carilah ridha Allah di balik keragaman dan kebhinnekaan umat itu dengan cara tetap menjaga persatuan dan kesatuannya.

Dua ayat ini juga memberikan perintah teknis dengan redaksi yang berbeda, namun semangatnya tetap sama. Ayat pertama memerintahkan untuk tetap beribadah kepada Allah, hanya menyembah-Nya (fa’buduun). Sedangkan ayat kedua memerintahkan untuk tetap senantiasa bertakwa kepada Allah (fattaquun). Dua perintah ini tentu memiliki semangat yang sama, meskipun redaksi teknisnya berbeda. Ibadah itu adalah ketakwaan, dan ketakwaan sendiri adalah ibadah.

Baca Juga: Cawe-Cawe Presiden Makin Menjadi Polemik di Tahun Politik, Pengamat: Ada Domain Privat dan Domain Publik

Dalam perintah beribadah (fa’buduun) tersimpan rahasia dan makna mendalam berupa motivasi untuk selalu taat. Ada harapan positif yang bertambah (raja’) dalam perintah ibadah ini. Sedangkan dalam perintah bertakwa (fattaquun), tersimpan rahasia makna mendalam berupa kewaspadaan dan menambah rasa khauf (takhwif).

Dengan beribadah, harapan kita untuk menjadi umat yang lebih baik bertambah. Dengan bertakwa, kita akan senantiasa terhindar dari perpecahan umat yang akhirnya menghambat kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemajuan, bahkan mengantarkan kepada kehancuran. Lalu, bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk melaksanakan perintah ibadah dan perintah bertakwa yang ada dalam ayat tersebut, terutama di tahun politik seperti ini?

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Tahun politik adalah masa di mana aktivitas politik, pemilihan umum, dan kampanye mendominasi perhatian masyarakat. Positifnya, ini memberikan kesempatan untuk partisipasi aktif, meningkatkan kesadaran politik, dan membuka diskusi terbuka mengenai isu-isu penting. Kampanye politik dapat mengedepankan visi dan pemilihan umum memberikan peluang perubahan positif.

Namun, di sisi lain, tahun politik juga membawa risiko seperti polarisasi, konflik, disinformasi, dan potensi kekerasan politik. Ketegangan dan perpecahan dapat merugikan dialog dan kerjasama, bahkan dapat menimbulkan permusuhan dan kehilangan kedamaian. Maka, dalam berpolitik, tetaplah bertakwa kepada Allah sebagai bekal utama. Wa tazawwaduu fa inna khairaz-zaadit-taqwaa. Rasulullah juga berpesan,

"أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعةِ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةً ضَلاَلَةٌ." رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ:حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

Artinya: ”Aku berpesan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada penguasa) meskipun kalian diperintah oleh seorang budak Habasyi. Dan sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena setiap bid`ah adalah sesat.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

Baca Juga: UAS Cerita Kenangan Bersama Habib Muhammad bin Ahmad al-Attas yang Meninggal Dunia

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Terlihat jelas situasi dalam hadits ini Rasulullah sedang memberikan pedoman teknis bagaimana menghadapi tahun-tahun politik yang penuh dengan perselisihan (ikhtilafan katsira). Perselisihan itu membuat kita menjadi sulit membedakan kebaikan dan keburukan serta kebenaran dan kesalahan. Itulah zaman fitnah, penuh dengan ujian dan cobaan berat. Selama masih belum lulus dari masa ujian itu, suatu bangsa pasti masih belum bisa memasuki masa yang damai serta penuh dengan kesejahteraan dan kemajuan.

Pesan Nabi ini memiliki kesamaan dengan pesan ayat yang telah kita cermati bersama. Beliau berpesan supaya kita senantiasa bertakwa. Cara bertakwa dalam situasi seperti ini adalah tetap taat dan patuh pada konstitusi, undang-undang, dan pemerintah yang sah (as-sam’u wat-tha’ah). Apapun kondisinya, siapapun pemimpinnya (wa in ta’ammara alaikum abdun habasyi), tidak ada alasan bagi kita untuk berbuat menyalahi aturan yang berlaku. Ini adalah prinsip yang harus dipegang erat nan kuat (addlu ‘alaiha bin-nawajidz).

Melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi aturan itulah sejatinya yang disebut dengan bid'ah. Itulah hal-hal baru yang tidak ada dalam aturan yang telah ditetapkan. Itulah yang disebut sebagai bid'ah yang menyesatkan dalam berbangsa dan bernegara. Hal baru nan mengada-ada inilah yang membuat umat jadi terpecah belah, hancur dan binasa. Lihatlah konstitusi kita, perhatikan undang-undang negara kita, dan cermatilah aturan-aturan pemerintah kita. Niscaya, kita akan selamat dari hal bidah yang mengacaukan kesatuan dan persatuan umat dan bangsa kita.

Baca Juga: 3 Amalan Rasulullah SAW Ini Buat Panjang Umur Namun Tetap Berkah! Apa Saja?

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Dari ayat dan hadits tadi, kita menjadi paham bahwa untuk menjalani ibadah dan ketakwaan dalam menjaga keutuhan umat dan bangsa ini adalah melalui ketaatan kepada konstitusi, undang-undang, dan pemerintah yang sah.

Ayat-ayat dan hadits tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai menjaga silaturahim, perdamaian, dan sikap saling menghormati dalam konteks tahun politik. Konsep "Bhinneka Tunggal Ika" dalam semboyan negara mencerminkan keberagaman umat yang bersatu dalam fitrah persatuan. Dalam menjaga silaturahim, umat diajak untuk mengenali bahwa meskipun berbeda, hakikatnya satu.

Perintah untuk tetap beribadah kepada Allah dan bertakwa pada-Nya, sejalan dengan nilai-nilai menjaga silaturahim. Ketakwaan kepada Tuhan menciptakan rasa tanggung jawab dan rasa hormat terhadap hak-hak dan perbedaan individu, membantu mewujudkan suasana saling menghormati.

Dalam konteks perdamaian, ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa satu-satunya Tuhan bagi semua umat manusia adalah Allah. Hal ini dapat dihubungkan dengan pentingnya memelihara perdamaian, menghindari konflik, dan menekankan pada nilai-nilai universal yang bersifat mendukung perdamaian dalam kehidupan bersama.

Dengan menjalankan perintah beribadah dan bertakwa, umat diajak untuk menjaga silaturahim dan memelihara perdamaian. Sikap saling menghormati muncul dari pemahaman bahwa semua umat berasal dari Tuhan yang sama. Dalam tahun politik, penerapan nilai-nilai ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog, mencegah perpecahan, dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Sholat Tahajud 2 Rakaat? 2 Bacaan Doa Surat Pendek yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah swt.

Atas dasar itu semua, mari kita sempurnakan pemahaman dan upaya kita dalam bertakwa di tahun politik ini dengan sebuah harapan dan doa kepada Allah semoga kita senantiasa dimudahkan untuk membekali diri dengan ketakwaan dalam menjalani aktivitas perpolitikan kita.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ. عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Demikian teks khutbah Jumat, 15 Desember 2023 singkat dan padat yang bisa disampaikan khatib kepada jamaah saat salah Jumat. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 07 Jun 2026, 13:08 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga Tegaskan Aksi Nyata Kurangi Emisi Karbon

Jasa Marga memperkuat komitmen iklim melalui Roadmap Net Zero Emission dan berbagai aksi pengurangan emisi.

Nasional 07 Jun 2026, 12:56 WIB

PNM Dorong Pemberdayaan dan Kenaikan Pendapatan Nasabah untuk Lawan Rentenir

PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.

Bisnis 07 Jun 2026, 12:46 WIB

HR Asia Anugerahkan BNI Predikat Best Companies to Work for in Asia 2026

BNI kembali meraih Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia berkat budaya kerja dan SDM unggul.

News 07 Jun 2026, 12:36 WIB

Pertamina Patra Niaga JBB Tegaskan Distribusi BBM Publik Normal usai Kecelakaan Mobil Tangki Industri di Cipali

Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM masyarakat tetap aman pascainsiden mobil tangki industri di Tol Cipali.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:34 WIB

CFD Rasuna Said Bukan Hanya Tempat Olahraga, Turut Jadi Ruang Sosialisasi Pilah Sampah!

Selain menjadi tempat baru untuk berolahraga, CFD Rasuna Said menjadi tepat untuk memberikan informasi terkait Gerakan memilih sampah.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:23 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Dibuka, Pramono Anung: Potensi Jadi Landmark Baru

Resmi dibuka rutin tiap minggu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir di Car Free Day (CFD) dengan berolahraga di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).

Sport 07 Jun 2026, 11:38 WIB

Raymond-Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, BNI Tegaskan Pentingnya Pembinaan

BNI mengapresiasi Raymond-Joaquin yang lolos ke final Indonesia Open 2026 sebagai hasil pembinaan berkelanjutan.

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:43 WIB

Pemprov DKI Bekerjasama dengan BMKG Siapkan EWS, Ini Deretan Fungsinya!

Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:14 WIB

Imbauan Gunakan Masker! Kualitas Udara DKI Jakarta Terburuk ke 2 di Dunia, Bisa Picu Penyakit ISPA

Imbauan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar rumah pada Minggu, 7 Juni 2026 untuk menggunakan masker.

Metropolitan 07 Jun 2026, 09:58 WIB

Dipastikan Cerah! BMKG Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 7 Juni Tidak Ada Hujan, Suhu Capai 35 Derajat!

Informasi prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ekonomi 07 Jun 2026, 06:31 WIB

Satu Dekade, Public Gold Indonesia Targetkan 10 Juta Pelanggan di 2030

Public Gold Indonesia tidak hanya dipercaya menjadi layanan penyedia logam mulia bagi individu maupun korporasi, tetapi secara aktif mengedukasi masyarakat untuk memahami emas

Internasional 06 Jun 2026, 23:15 WIB

Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total

Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait & Bahrain dengan rudal balistik. Dampaknya, pasar energi global terguncang, Selat Hormuz terancam ditutup, dan Rupiah sempat anjlok ke Rp18.095 per dolar

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.

Jakarta Selatan 06 Jun 2026, 17:20 WIB

Jadwal HBKB Rasuna Said Minggu Ini, Ada Cinta Laura hingga Bazar Murah!

HBKB Rasuna Said dimulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30-09.00 WIB. Acara dimeriahkan Cinta Laura, parade sampah, bazar pangan murah, festival UMKM, ondel-ondel, dan pendaftaran KLG lansia/disabilitas

Bisnis 06 Jun 2026, 16:49 WIB

PNM Bangun Budaya Kerja Apresiatif Lewat PNM Excellence Awards 2026

27 tahun PNM bareng 70 ribu insan luncurkan PNM Excellence Awards 2026. Simak langkah besar bangun budaya kerja apresiatif di sini!

Ekonomi 06 Jun 2026, 16:35 WIB

PNM Siapkan Langkah Transformasi Berbasis Kebermanfaatan yang Berkelanjutan

PNM mulai babak baru transformasi berbasis kebermanfaatan. Temukan strategi pemberdayaan UMKM dan komitmen sosiokultural untuk Indonesia maju!

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.