AYOJAKARTA.COM - Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang didambakan oleh umat Muslim di bulan Ramadhan.
Buya Yahya dalam penjelasannya memaparkan bahwa malam mulia ini memiliki tanda-tanda khusus yang dapat dikenali setelah kejadiannya berlangsung.
Beliau mengawali penjelasannya dengan merujuk pada sebuah dialog antara Aisyah r.a. dengan Nabi Muhammad SAW tentang doa yang dianjurkan ketika menemui Lailatul Qadar.
Baca Juga: Bukan Hanya di Masjid, Rumah Pun Bisa Jadi Tempatnya Lailatul Qadar, Begini Penjelasan Buya Yahya
"Nabi menjawab, 'Bacalah wahai Aisyah, Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni'. Ini masyhur dengan doa Siti Aisyah sampai sekarang," jelas Buya Yahya.
Doa ini bermakna "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai maaf, maka maafkanlah aku," yang menjadi amalan utama bagi siapa saja yang menemui malam tersebut.
Dalam penjelasan mendetail, Buya Yahya menyebutkan lima tanda utama Lailatul Qadar berdasarkan hadits.
Tanda pertama adalah kondisi matahari keesokan harinya yang terbit tanpa sinar yang menyengat, tampak redup dan bercahaya lembut bagaikan nampan bersih.
"Matahari di pagi hari itu seperti satu tempat nampan bersih. Terbitnya adalah lembut," tutur Buya Yahya.
Baca Juga: 4 Proses Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 yang Akan Dilaksanakan Juni dan Oktober 2025, RESMI dari BKN!
Tanda kedua adalah penampakan bulan pada malam tersebut yang menyerupai belahan nampan atau piring besar.
Tanda ketiga berkaitan dengan suhu udara yang sedang-sedang saja, "Malam yang sedang-sedang tidak terlalu dingin tidak terlalu panas," jelas Buya Yahya.
Tanda keempat adalah keadaan langit yang cerah namun tidak ada meteor yang jatuh.
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits, "Sungguhnya malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat cerah (buljatun muniratun mudiatun), tidak panas tidak dingin, tidak ada bintang yang dilemparkan ke setan, tidak ada meteor."
Tanda kelima adalah keadaan jiwa yang lapang dan hati yang tenang, "Ini paling enak kalau ternyata hari itu kita lega banget, enggak brutal untuk maksiat, enggak dendam, enggak marah, hati kita tenang, pikiran kita tenang," tambah Buya Yahya.
Baca Juga: 6 Amalan Malam Lailatul Qadar, Raih Berkah di Malam Istimewa Bulan Ramadan
Buya Yahya menekankan bahwa tanda-tanda ini bukan untuk dicari-cari, melainkan diketahui setelah malam tersebut berlalu.
"Tanda ini untuk dilihat, bukan gak usah mencari-cari. Kalau cari pasti kelewat. Nanti pagi hari, mataharinya besok lihat. Oh, semalam adalah malam Lailatul Qadar," jelasnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa fokus utama bukanlah pada pencarian tanda-tanda, melainkan pada konsistensi ibadah di malam-malam yang diperkirakan sebagai Lailatul Qadar.
"Jangan harus mencari tanda-tanda, yang penting amalkan, lakukan kebaikan di malam-malam yang diduga itu Lailatul Qadar," tegas Buya Yahya.
Dalam kesimpulannya, Buya Yahya menyampaikan kemungkinan bahwa seseorang mungkin telah mengalami Lailatul Qadar tanpa menyadarinya, "Bisa jadi kau sebetulnya telah mendapatkan Lailatul Qadar, tapi kamu tidak merasakannya dan kamu tidak melihat tanda-tanda itu."
Hal ini semakin menegaskan pentingnya menjaga kualitas ibadah selama bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir, tanpa terlalu fokus pada pencarian tanda-tanda fisiknya.***
Share this article
Dalam penjelasan mendetail, Buya Yahya menyebutkan lima tanda utama Lailatul Qadar berdasarkan hadits.