AYOJAKARTA.COM – Saat ini sudah memasuki bulan Ramadan yang merupakan bulan yang penuh berkah.
Di bulan Ramadan ini Allah SWT akan berikan pahala yang berlipat ganda sehingga umat muslim dianjurkan untuk banyak beribadah.
Salah satu ibadah yang bisa dilakukan adalah menunaikan salat tahajud. Lantas bagaimana cara melaksanakan salat tahajud di bulan Ramadan ini?
Ustaz Adi Hidayat atau biasa dipanggil dengan sebutan UAH menjelaskan bagaimana cara Rasulullah dalam salat tahajud.
Dalam Hadis Muslim nomor 749, satu kali kata Ibnu Umar Radhiyallahu Ta'ala Anhuma, Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Kalau anda ingin tunaikan salat malam silahkan mulai paling minimal kerjakan 2 rakaat dulu, kemudian tambah 2 rakaat lagi,” ujar Ustaz Adi Hidayat dikutip ayojakarta.com melalui YouTube QURAN WAY, Jumat (31/3/2023).
“Masih sanggup terus 2 rakaat lagi, kalau khawatir fajar akan segera tiba segera tutup dengan witir satu rakaat,” imbuhnya.
Menurutnya berdasarkan hadis tersebut tidak ada batasan spesifik dalam rakaat salat malam atau salat tahajud, namun paling tidak dikerjakannya minimal dua rakaat dan ditutup dengan salat witir satu rakaat.
Ketika di bulan Ramadan harus bisa membagi waktu untuk bisa salat tahajud dengan waktu sahurnya.
Maka dari itu harus dilihat terlebih dahulu pukul berapa seseorang akan bangun di bulan Ramadan.
Jika memungkinkan atau waktunya masih lama dari azan subuh maka memungkinkan untuk menunaikan salat tahajud dengan rakaat yang banyak.
Namun jika antara bangun dengan waktu subuh singkat maka harus bisa membagi waktunya juga untuk menyantap sahur.
Jangan sampai menunaikan salat tahajud dengan rakaat yang banyak padahal bangun tidur sudah mepet dan belum juga waktu untuk sahur sebelum azan subuh.
“Ada orang yang tidur dulu, subuhnya 3.34 dia bangunnya 3.15, waktu dia harus bagi antara sahur dengan kemudian salatnya (tahajud),” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Misal dia bisa kerjakan 5 menitnya, dia bagi-bagi di situ. Dia punya waktu di situ 19 menit ya 10 menit dia tunaikan misalnya untuk salatnya 2 rakaat tambah witir, 9 menit misalnya digunakan untuk makan sahur,” sambungnya.
Menurut UAH, Nabi Muhammad SAW tidak membatasi jumlah rakaat, namun yang jelas paling minimum yang dikerjakan ketika salat tahajud adalah dua rakaat ditutup dengan witir satu rakaat.
Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa kebiasaan salat Rasulullah yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha yang tercantum dalam Al Bukhari nomor 2008-2010.
Selama menginap di rumah istri Nabi Sayyidah Aisyah, Rasulullah tidak pernah menambah baik ketika bulan Ramadan atau di luar bulan Ramadan,
“Kata beliau tidak pernah menambah baik di Ramadan atau di luar Ramadan dari 11 rakaat. Beliau sepanjang di rumah Sayyidah Aisyah itu salatnya senantiasa 11 rakaat,” ujar UAH.
“11 rakaat apa rumusnya? Beliau salat 4 rakaat kemudian tambah 4 rakaat kemudian ditutup dengan 3 rakaat,” sambungnya.
Namun menurut penceramah kondang ini ada dua hal yang bisa diambil dari hadis di atas yakni tentang jumlah rakaat, yang standar untuk bisa mengerjakan salat tahajud 11 rakaat.
Dengan rumus 4 rakaat salam, empat rakaat salam baru kemudian ditutup dengan salat witir 3 rakaat.
Bisa juga menunaikan dengan salat tahajud tetap 11 rakaat dengan ketentuan 2 rakaat salam sampai lima kali salam baru ditutup salat witir satu rakaat.
Bahkan bisa juga jika ingin menunaikan salat witir 3 rakaat maka bisa menunaikan salat tahajud dua rakaat kemudian salam sebanyak empat kali salam.***

Share this article
Penejlasan Ustaz Adi Hidayat, cara Rasulullah SAW sholat tahajud yang benar di bulan ramadan akan dibagikan dalam artikel ini