AYOJAKARTA.COM-- Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu keistimewaan bagi umat muslim di bulan Ramadan.
Pada malam itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak beribadah kepada Allah SWT.
Lailatul Qadar sendiri berasal dari kata lailah yang berarti melam. Sedangkan qadar yang berarti mulia. Maka Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia.
Disebutkan malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan atau tiga puluh ribu malam yang setara dengan 83,33 tahun.
Lantas kapan terjadinya malam Lailatul Qadar? Jatuh pada tanggal berapa Lailatul Qadar Ramadan 1444 H atau 2023 Masehi?
Melansir dari kanal YouTube Lampahing Ati, waktu turunya malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Adapun kerahasiaan itu agar umat muslim benar dan bersungguh-sungguh dalam mencarinya.
Nah, berikut ini ciri-ciri malam Lailatul Qadar terjadi di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan.
1. Di malam-malam ganjil 10 Hari Terakhir.
Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah saat di 10 hari terakhir Ramadan agar bisa mendapatkan anugerah Lailatul Qadar.
Diriwayatkan dari Jabir Ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Sesungguhnya aku telah melihat malam Lailatul Qadar, lalu aku dijadikan lupa kepadanya; malam Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh terakhir (bulan Ramadan), pertandanya ialah cerah dan terang, suhunya tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan padanya terdapat rembulan; setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya."
Ditegaskan pula dalam sebuah hadist Rasulullah mengisyaratkan mengenai Lailatul Qadar itu datang pada malam-malam ganjil di sepuluh terakhir bulan Ramadan.
"Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil di sepuluh terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari).
2. Udara yang Tenang dan Sejuk.
Ibnu Abbas RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."
Baca Juga: Update BMKG! Gempa Bumi 2,9 Magnitudo Guncang Kabupaten Bandung, Titik Lokasi Berada di Darat
Adapun hal diatas dijelaskan juga terkait ketenangan malam Lailatul Qadar dalam hadits At Thabrani dalam Al-Mujam Al Kabir Jilid 22 dengan sanad hasan;
"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang,"
3. Sinar Matahari yang Teduh.
Ketika malam Lailatul Qadar itu terjadi maka matahari akan terbit tinggi tanpa sinar yang menyengat dan panas.
Diriwayatkan dalam hadits: " Keesokan hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan." (HR. Muslim).
Sejumlah ulama berpendapat setiap umat islam yang ingin mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar sebaiknya beribadah dengan tekun tanpa harus mencari ciri-ciri malam Lailatul Qadar.
Keutamaan malam Lailatul Qadar itu sendiri akan diberikan kepada setiap orang terpilih yang beribadah dengan sungguh-sungguh.
Allah hanya memberikan tanda-tanda malam Lailatul Qadar tapi tidak memberikan waktu pastinya, hikmahnya agar kita lebih banyak beribadah di bulan Ramadan.
Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah di bulan Ramadan, terutama pada 10 hari terakhir.
Fokuslah meningkatkan ibadahmu kepada Allah SWT dengan amalan sunnah seperti berzikir, membaca Al Quran, shalat sunnah, bersedekah, bershalawat, dan lain-lainnya.
Niscaya kamu akan mendapatkan Lailatul Qadar di detik-detik terakhir Ramadan.***

Share this article
Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan atau tiga puluh ribu malam yang setara dengan 83,33 tahun. Kapan terjadinya malam itu?