AYOJAKARTA.COM - Menjelang pergantian bulan Ramadan menuju Syawal 1444 H, pengumuman dari Kementerian Agama Republik Indonesia semakin ditunggu.
Pasalnya, sejak Kamis 13 April 2023 lalu Kamaruddin Amin selaku Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI telah memberikan pernyataan.
Pernyataan yang disampaikan Kamaruddin Amin mewakili Kementerian Agama RI tersebut mengenai sejumlah hal terkait penentuan 1 Syawal 1444 H.
Baca Juga: Gubernur Lampung Sampaikan Permintaan Ini ke Keluarga TikToker Bima: Tak Etis!
Sehubungan dengan penentuan 1 Syawal 1444 H, dalam keterangannya kepada awak media Kamaruddin menjelaskan rangkaian kegiatan Kemenag.
Guna menentukan penetapan datangnya pergantian bulan, Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengawalinya dengan mengadakan seminar.
Adapun pelaksanaan seminar tersebut adalah sebagai penentu dari tata cara menentukan datangnya pergantian bulan atau penentuan hilal.
Dalam penyelenggaraan Seminar, penentuan posisi hilal akan disampaikan oleh Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama RI.
Kegiatan seminar tersebut rencananya akan dilangsungkan pada Kamis, 20 April 2023 yang akan datang.
Dalam keterangan tersebut, Kamaruddin Amin juga memberikan sejumlah data hisab pada 29 Ramadan 1444 H.
Posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan ketinggian 0 derajat 45 menit sampai 2 derajat 21,6 menit.
Adapun sudut elongasi pada data tersebut berada diantara 1 derajat 28,2 menit sampai dengan 3 derajat 5,4 menit.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama RI telah menerjunkan 123 tim.
Tim ini juga akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan dan melaporkan hasil pantauan hilal dari posisi masing-masing.
Selanjutnya, tim akan memberikan laporan kepada Kementerian Agama terkait dengan hasil pantauannya di seluruh titik pantau.
Hasil paantauan dan laporan tim ini kemudian akan dijadikan sebagai salah satu bahasan dalam sidang Isbat guna menentukan 1 Syawal 1444 H.
Sidang akan dilakukan secara tertutup bersama dengan Komisi VIII DPR RI, Pimpinan MUI, Duta Besar negara sahabat.
Selain itu, sidang juga akan dihadiri oleh Ormas Islam serta Tim Rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia.
Hasil sidang Isbat seperti biasanya, akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat pada hari yang sama.
Terkait dengan kepastian tanggal 1 Syawal atau datangnya Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Kamaruddin memberi penjelasan.
“Kita masih harus menunggu hasil keputusan sidang Isbat,” ungkap Kamarudin Amin seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 17 April 2023 dari Youtube Usman Oegi.***

Share this article
Guna menentukan penetapan datangnya pergantian bulan, Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengawalinya dengan mengadakan seminar.