AYOJAKARTA.COM – Seluruh umat muslim di seluruh dunia kini tengah berbahagia karena telah menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Tak terasa bahwasannya seluruh umat muslim sudah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
Kini, seluruh umat muslim dengan penuh bahagia menyambut bulan Syawal.
Baca Juga: Resep Ayam Bakar Kecap Teflon yang Lezat dan Meresap, Cocok untuk Jamuan Halal Bi Halal
Pada bulan Syawal, umat muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa selama enam hari.
Lalu bagaimana tata cara puasa Syawal menurut pendapat para ulama?
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Yufid TV pada Sabtu (22/4/2023), para ulama memiliki pendapat yang berbeda terkait dengan tata cara yang paling baik untuk melaksanakan puasa syawal.
Imam Syafi’I dan Ibnul Mubarak berpendapat bahwa dianjurkan untuk menjalankan puasa syawal secara berturut-turut sejak awal bulan.
Pendapat ini dilandasi oleh sebuah hadist, akan tetapi hadist yang dimaksud tersebut lemah.
Baca Juga: Kapan Bisa Mulai Puasa Syawal 1444 H? Simak di Sini Lengkap dengan Bacaan Niat
Imam Waki’ dan Imam Ahmad berpendapat bahwasannya tidak ada beda dalam keutamaannya, baik dilakukan secara berturut-turut ataupun secara terpisah.
Kemudian menurut Ma’mar Abdurrazaq dan diriwayatkan dari Atha’ bahwa tidak boleh menjalankan puasa persis setelah Idul Fitri, karena merupakan hari makan dan minum.
Akan tetapi, ada baiknya puasa Syawal dilakukan di sekitar pertengahan bulan.
Baca Juga: Contoh Sambutan Halal Bi Halal Bahasa Jawa Singkat dan Mudah Dihafal, Cocok Buat Semua Kalangan
Ibnu Rajab pernah menyampaikan bahwasannya ini merupakan pendapat yang aneh.
Sementara pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat yang menyatakan bolehnya puasa syawal tanpa berurutan.
Selain itu, keutamaannya sama dengan puasa syawal yang dilaksanakan secara terpisah.
Syekh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya mengenai puasa syawal harus berurutan atau tidak, ia kemudian menjelaskan bahwasannya puasa 6 hari di bulan Syawal adalah sunnah yang shahih dari Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Bingung Tentukan Besaran THR, Berikut ini Panduan yang Dibagikan oleh Seorang Dosen!
Puasa Syawal boleh dikerjakan secara berurutan atau terpisah, ini karena Rasulullah SAW memberikan penjelasan secara umum terkait dengan puasa Syawal.
Selain itu, Rasulullah SAW juga tidak menjelaskan terkait dengan pelaksanaan puasa Syawal, apakah berurutan atau tidak.***

Share this article
Simak selengkapnya bagaimana tata cara puasa Syawal yang benar, langsung lihat di sini agar tak salah kaprah! Dari waktu hingga pelaksanaan.