AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah penjelasan mengenai keutaman puasa Senin Kamis.
Seperti diketahui, puasa Senin Kamis merupakan salah satu puasa sunnah.
Puasa ini istimewa karena sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:
Baca Juga: 3 Keutamaan dan Jadwal Puasa Asyura 2022 di Bulan Muharram 1444 Hijriah
"Pintu-pintu surga dibuka pada Senin dan Kamis. Semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, 'Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai." (HR Muslim).
Untuk puasa sunah ini bermakna, jika puasa tersebut dikerjakan, maka akan mendapatkan pahala.
Namun, jika tidak dilakukan, orang tersebut tidak akan berdosa karena bukan perkara wajib.
Baca Juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2022, Lengkap dengan Niat dan Dalilnya
Seperti namanya, puasa Senin Kamis merupakan amalan puasa sunnah yang dapat dilaksanakan pada hari Senin dan hari Kamis.
Pelaksanaan puasa Senin dan Kamis juga hampir sama dengan puasa pada umumnya.
Puasa Senin Kamis dapat dilaksanakan dari mulai terbit fajar atau waktu imsak’ hingga matahari terbenam atau adzan magrib.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Arafah 9 Dzulhijjah dan Salat Magrib DKI Jakarta Hari Ini Sabtu 9 Juli 2022
Perbedaan puasa Senin Kamis dengan puasa lainnya adalah niat, keistimewaan dan manfaat rohani dan jasmani yang diberikan.
Keutamaan dari Puasa Senin Kamis adalah, puasa ini dikerjakan langsung oleh Nabi Muhammad.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah,"Bahwasanya Nabi Muhammad lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Amalan-amalan manusia diajukan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang apabila amalan saya (pada hari tersebut) dan saya berpuasa pada hari tersebut." (H.R. Ahmad)
Dari riwayat diatas, disimpulkan bahwa Senin dan Kamis merupakan hari istimewa untuk semua hamba Allah.
Pada dua hari tersebut, amalan seseorang akan diajukan oleh malaikat kepada Allah.
Oleh karenanya, Rasulullah memilih berpuasa pada hari-hari penting itu.
Baca Juga: Berikut Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah, dari Dalil hingga Keutamaan
Niat Puasa Hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa
Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta'ala."
Niat Puasa Hari Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa
Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta'ala."
Manfaat yang bisa kita dapatkan dari puasa setiap hari Senin dan Kamis sebagai berikut:
- Menjadi Perisai Diri
- Terhindar dari Godaan Setan dan Hawa Nafsu
- Melatih Kedisiplinan
- Menambah Amalan
- Bentuk Rasa Syukur
- Baik untuk Kesehatan

Share this article
Berikut ini adalah penjelasan mengenai manfaat dan keutamaan puasa Senin Kamis. Bahkan jika dikerjakan sangat luar biasa bagi diri sendiri.