AYOJAKARTA.COM - Angka merupakan suatu tanda atau lambang yang digunakan untuk melambangkan suatu bilangan.
Dalam bahasa Inggris angka disebut dengan numeral.
Angka sendiri sering digunakan untuk penanda momen-momen penting.
Momen tersebut seperti hari ulang tahun, hari pernikahan, acara kantor, dan hampir semuanya pasti menggunakan angka.
Bahkan ada juga yang mempercayai mitos terhadap angka tertentu.
Baca Juga: Ledakan Asrama Brimob Sukoharjo Bukan Teror, Polisi Duga Ada Kelalaian
Misalnya saja angka 13 yang dianggap membawa kesialan.
Sampai-sampai hotel atau gedung-gedung tinggi tidak menggunakan angka 13 ini.
Namun ternyata ada angka keramat yang sangat disukai oleh Nabi Muhammad SAW.
Begitu spesialnya angka tersebut sampai-sampai Nabi Muhammad SAW tidak bisa membuang angka tersebut.
Lalu angka yang keramat tersebut sebenarnya angka berapa ?
Baca Juga: Presiden Jokowi Buka Suara, Minta Gubernur Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK
Dikutip melalui akun Instagram @ppalanwarsarang pada (15/8/2022), kyai haji Maimoen Zubair menjelaskan tentang angka keramat tersebut.
Dalam ceramahnya, kyai yang lebih akrab dipanggil Mbah Moen tersebut menuturkan bahwa Nabi Muhammad sangat menyukai suatu angka.
Saking sukanya, Mbah Moen mengatakan jika Nabi Muhammad SAW tidak bisa membuang angka tersebut.
Mbah moen menyebutkan jika angka tersebut adalah angka 17.
Lebih tepatnya angka yang disukai oleh Nabi Muhammad tersebut adalah angka 17 pada bulan Agustus.
“17 Agustus itu angka yang keramat.” ujar Mbah Moen dalam dakwahnya.
Baca Juga: Tips menjaga dan Memperbaiki Skin Barrier Agar Kondisi Kulit Tidak ‘Rewel’
Mbah Moen menambahkan, “Sebab Nabi sendiri tidak bisa membuang angka 17.”
Kemudian Mbah Moen mengatakan angka 17 menjadi angka yang spesial bagi Nabi Muhammad SAW karena angka tersebut juga berkaitan dengan peristiwa penting dalam Islam.
“Nuzulul Qur’an tanggal berapa ? 17 Ramadhan.” tutur Mbah Moen.
Kemudian dijelaskan lebih lanjut, “Tapi bertepatan Agustus tanggal 8.”
Kemudian Mbah Moen menjelaskan kaitan angka 17 yang sangat disukai Nabi Muhammad tersebut dengan negara kita, Indonesia.
“Jadi, kalau bangsa Indonesia dibalik 17 Agustus atau 8 ramadhan itu bertepatan Hari Proklamasi.” tutur kyai asal Rembang itu.
Lebih lanjut Mbah Moen menambahkan, “Nabi diangkat menjadi Rasul bertepatan 17 ramadhan 8 Agustus.
“Proklamasi Indonesia bertepatan 17 Agustus 8 ramadhan.” pungkas Mbah Moen dalam akhir ceramahnya. ***

Share this article
Begitu spesialnya angka tersebut sampai-sampai Nabi Muhammad SAW tidak bisa membuang angka tersebut.