Buya Yahya: Hikmah Berharga Kisah Nabi Muhammad SAW dan Ucapan 'Amin, Amin, Amin' di Mimbar

Buya Yahya
Buya Yahya

AYOJAKARTA.COM - Dalam sebuah kajian keislaman, Buya Yahya menjelaskan tentang hadits yang menceritakan peristiwa Nabi Muhammad SAW mengucapkan "Amin" tiga kali di atas mimbar.

Menurut penjelasan Buya Yahya, hadits tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW naik ke mimbar yang memiliki tiga anak tangga dan mengucapkan "Amin" pada setiap tangga yang dinaikinya.

"Disebutkan di dalam satu hadits, sesungguhnya Baginda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di mimbar, naik ke atas mimbar dan Nabi mengucapkan kalimat 'Amin, Amin, Amin'," jelas Buya Yahya dalam kajiannya.

Baca Juga: Biar Mudik Idul Fitri Makin Hepi, Ini Tips Penting yang Wajib Dipenuhi Sebelum dan Selama Menuju ke Kampung Halaman

Beliau melanjutkan, "Dalam riwayat yang lainnya bunyinya begini, Rasulullah, Baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam naik mimbar dan mimbar bertangga, tangga ada tiga tangga.

Tatkala Nabi naik ke atabatan satu tangga mimbar, Nabi berucap 'Amin', kemudian Nabi naik lagi ke tangga berikutnya, ke anak tangga berikutnya, kemudian Nabi mengucapkan 'Amin'. Kemudian Nabi naik ke anak tangga yang ketiga, Nabi mengucapkan 'Amin' lagi."

Setelah khotbah selesai, para sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang alasan beliau mengucapkan "Amin" sebanyak tiga kali.

Buya Yahya memaparkan pertanyaan tersebut, "Para sahabat Nabi bertanya, ditanyakan kepada Rasulullah, 'Ya Rasulullah, wahai Rasulullah, sungguhnya engkau naik mimbar, engkau naik mimbar tadi, kemudian engkau berucap Amin, Amin, Amin tiga kali.

Apakah gerangan yang menjadikan engkau mengucapkan itu, ya Rasulullah? Ada apa?'"

Baca Juga: Perhatian KPM! Cek Status SI pada Data Online, Bantuan BLT BBM Rp600.000 Kamu Mungkin Sudah Cair

Dalam kajiannya, Buya Yahya menguraikan jawaban Nabi Muhammad SAW atas pertanyaan para sahabat tersebut.

Nabi menjawab bahwa Malaikat Jibril telah datang kepadanya dan memberitahukan tiga hal penting yang membuatnya mengucapkan "Amin".

Buya Yahya menjelaskan, "Baginda Nabi menjawab, 'Sesungguhnya Sayidina Jibril Alaihis Salam telah datang kepadaku dan berkata, mengkhabarkan berita.'"

Pesan pertama dari Malaikat Jibril terkait bulan Ramadhan.

"'Barang siapa menemukan bulan Ramadhan, ternyata kok belum diampuni dosanya, akhirnya masuk neraka. Maka sungguh, semoga Allah menjadikan dia celaka,'" ujar Buya Yahya mengutip hadits tersebut.

Beliau kemudian memberikan penjelasan tentang maksud dari pesan ini, "Maksudnya gini, ada orang memasuki bulan Ramadhan, kok tidak mengambil sebab-sebab.

Ada orang masuki bulan Ramadhan, sementara bulan Ramadhan bulan pengampunan, bulan Allah bagi-bagikan pengampunan, bulan diskonlah, kok enggak ngambil diskon.

Celakalah dia, gambarannya begitu. Ini bulan mulia, bulan Ramadhan, kok tidak ada kerinduan untuk beribadah, meningkatkan kualitas, maka ab'adahullah, celaka dia."

Baca Juga: Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN! Begini Respons Pedas dari Fedi Nuril dan Sutradara Film Kaka Boss

Pesan kedua berkaitan dengan berbakti kepada orang tua.

Buya Yahya menyampaikan, "Barang siapa yang bisa menemukan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya, lalu dia tidak berusaha untuk berbakti kepada keduanya, kemudian dia mati, masuk neraka. Celakalah dia."

Beliau menambahkan penjelasan, "Ada surga di dalam rumahmu, ada pintu surga di dalam rumahmu kau tinggalkan, yaitu ibunda dan ayahandamu, disia-siakan begitu.

Tidak ada kerinduan untuk berbakti, bahkan mungkin kerjaannya merepotkan saja, merepotkan orang tua.

Masyaallah, menyeksa orang tua, durhaka, memberatkan orang tua dengan permintaan-permintaannya."

Pesan ketiga tentang selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Jika ada orang yang mendengar namamu disebut, wahai Muhammad, lalu tidak menyambut dengan selawat kepadamu, lalu meninggal dan masuk neraka, celakalah dia," kata Buya Yahya mengutip pesan ketiga dari Malaikat Jibril.

Lebih lanjut, Buya Yahya memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya mengucapkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Adapun ini penafsirannya panjang sekali. Apakah selawat menjadi sebuah kewajiban? Kan tidak wajib. Kenapa masuk neraka?" tanya Buya Yahya retoris.

Baca Juga: Scan Tanpa Barcode! 5 Fakta Menarik QRIS Tap yang Baru Dirilis Bank Indonesia (BI)

Beliau kemudian menjelaskan, "Akan tetapi para ulama memandang lebih jauh karena kunci untuk kita bisa benar-benar menjalankan syariat dengan benar adalah membangun cinta dengan shahibus syariati, pembawa syariat.

Semakin kuat ikatan kita dengan pembawa syariat, maka semakin hebat di dalam kita menjalankan syariat. Dan cinta adanya di dalam hati, akan tetapi itu akan menjadikan pendengaran kita khusyuk, mata kita sejuk, perilaku kita lembut."

Buya Yahya juga memberi ilustrasi yang menarik, "Mungkin ada satu orang yang sangat mencintai anaknya namanya Ahmad misalnya, Ahmad Ghazali misalnya.

Di saat orang menyebut nama anaknya, dia langsung, mustahil enggak noleh. Dia anak yang sangat dicintainya akan terperanjat tiba-tiba, 'Oh nama anakku disebut', karena ada cinta."

Beliau menekankan, "Bagaimana seseorang disebut nama Baginda, kalau tidak ada bergetar hatinya atau tidak terpesona, dia berarti memang tidak sambung hatinya kepada Baginda.

Disebut namanya berarti selama ini mungkin tidak pernah hadir di dalam renungannya yang panjang tentang siapa Baginda, tidak menyadari tentang jasa beliau yang sangat agung, kebesaran beliau, kemuliaan beliau, dan siapa beliau."

Tentang urutan penyebutan tiga hal tersebut, Buya Yahya menjelaskan, "Dan adanya berita semacam ini, Ramadhan didahulukan penyebutannya sebelum birul walidaini dan selawat, dan juga hadits terakhir yang baru kita sebutkan.

Itu semua menunjukkan tidak akan seperti itu kisah penyebutannya kecuali karena keutamaan, kemuliaan Ramadhan dan keutamaan bulan Ramadhan."

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bulan Ramadhan sebagai waktu yang istimewa untuk meraih ampunan dari Allah SWT.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Nabi Muhammad SAW
# mimbar
# AMIN
# Buya Yahya
# Hadits

News Update

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7