AYOJAKARTA.COM - Menyimpan uang merupakan hal yang biasa dilakukan oleh seseorang.
Banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk menyimpan uang yang dimiliki.
Seperti bertujuan untung menabung, berhemat atau untuk menyiapkan dana darurat.
Baca Juga: Simak! Berikut Nasihat Mbah Moen Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Namun banyak yang belum tahu, ternyata menyimpan uang secara berlebihan itu juga bukan perilaku yang baik.
Hal tersebut diungkap oleh seorang kyai asal Rembang bernama Kyai Haji Ahmad Bahauddin Nursalim.
Kyai Haji Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih kerap disapa Gus Baha merupakan murid dari kyai kenamaan Maimoen Zubair alias Mbah Moen.
Baca Juga: Rahasia Mbah Moen Agar Sukses Dunia Akhirat, Lakukan Amalan Ini dengan Sungguh-sungguh!
Dalam suatu kesempatan dakwah, Gus Baha menceritakan pengeluaran uang untuk anaknya.
“Ketika saya punya uang satu juta, saya sering sekali punya uang satu juta [rupiah],” Gus Baha memulai ceritanya, dikutip AyoJakarta.com dari video yang diunggah akun TikTok @elinggusti.id pada Ahad, 6 November 2022.
Kemudian ia melanjutkan, “Terus anak saya Hasan misalnya ini kisah nyata, SD kelas 2 setiap hari dia beli burung kadang beli ikan harganya ya Rp3.000 kadang Rp2.000.”
“Ya gak dipakai, dia beli jajan pun gak dimakan. Saya sering ditegur istri saya, Gus orang gak dimakan kok dibeli?,” ujar murid dari Mbah Moen tersebut.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Sosok Guru Dibalik Kecerdasan yang Dimiliki Siti Khadijah
Kemudian Gus Baha menjelaskan bahwa pengeluaran uang yang kecil sekalipun seperti yang ia ceritakan tersebut merupakan hal yang bagus.
“Ketika Anda punya uang Rp1 juta kemudian memberi uang saku anak sekolah TK Rp5 ribu ini bagus karena uang jadi tidak disimpan,” jelas Gus Baha.
Murid dari almarhum Mbah Moen tersebut juga mengatakan jika ada uang yang keluar berarti ada uang yang mengalir.
Namun jika tidak jadi memberi uang saku anak berarti justru malah menyimpan uang.
Kemudian bisa saja Allah menjadi menyalahkan karena terlalu berlebihan menyimpan uang di mana uang tersebut sebenarnya tidak ada gunanya.
“Artinya uang yang keluar Rp 5 ribu bagi Anda ini tidak ada artinya sementara bagi penjual seperti emak-emak yang miskin, atau ibu-ibu yang miskin, dia kerja terhormat.” tutur Gus Baha.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Menghindari meminta-minta, menghindari tamak, mereka berdagang di sekolah TD dan SD.”
“Kamu mengeluarkan uang Rp5 ribu tidak ada berarti tetapi bagi penerimanya berarti.” pungkas Gus Baha.***

Share this article
Murid Mbah Moen, Gus Baha menyebut menyimpan uang secara berlebihan itu juga bukan perilaku yang baik.