AYOJAKARTA.COM - Hari kasih sayang diperingati setahun sekali yakni pada tanggal 14 Februari.
Momen yang dikenal dengan Hari Valentine ini kerap dimanfaatkan ora para muda-mudi untuk mengekspresikan rasa cinta dan sayangnya terhadap orang terkasih.
Baik itu diberikan kepada pasangannya atau diberikan kepada orang terdekat seperti teman, sahabat bahkan keluarga.
Biasanya para pasangan yang sedang memadu kasih akan memberikan hadiah istimewa di Hari Valentine.
Kadang Hari Valentine ini identik dengan memberikan coklat atau bunga atau hadiah lain yang spesial untuk orang terkasih dan tersayang dalam hidupnya.
Ternyata budaya memperingati Hari Valentine ini berasal dari barat, lantas bolehkan umat Islam ikut memperingati Hari Valentine?
Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil dengan UAS akan memberikan penjelasan terkait asal mula Valentine serta hukum merayakannya dalam Islam.
Dalam video singkat, ia menuturkan bahwa Valentine berasal dari nama sosok Santo Valentino, di mana arti nama tersebut orang suci.
“Santo Valentino, santo artinya suci,” ujar Ustaz Abdul Somad dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Islam Tube, Selasa (14/2/2023).
Baca Juga: Rahasia di Balik Bismillah Menurut Ustaz Adi Hidayat, Ternyata Banyak yang Tidak Tahu
Lahirnya Hari Valentine menurutnya tidak lepas dari sosok yang bernama Santo Valentino.
Sosok Santo Valentino ini membebaskan seorang tentara yang sedang bercinta, kemudian menikahkan orang tersebut.
Kerena perbuatannya tersebut membuat Santo Valentino dibunuh sehingga hari kematiannya dikenang dengan hari kasih sayang atau Hari Cinta.
“Ada namanya Santo Valentino dialah yang membebaskan tentara yang sedang bercinta dinikahkannya, maka akhirnya dia dibunuh, hari kematian itu dikenang dengan hari cinta,” kata UAS.
Namun Ustaz Abdul Somad tidak sependapat dengan hari kasih sayang atau hari cinta tersebut, menurutnya tanggal 14 Februari merupakan hari zina internasional.
Ia memiliki alasan mengapa menamai Hari Valentine dengan hari zina internasional.
Hal ini dikarenakan di hari tersebut banyak muda-mudi keluar untuk merayakan hari penuh kasih tersebut yang ujungnya nanti banyak berbuat zina.
“Tanggal 14 Februari itu adalah hari zina internasional, di mana itu semua orang keluar dengan pasangannya, bahkan hotel-hotel di Pekanbaru pasang harga promo,” tuturnya.
“Malam cinta setengah harga plus sarapan pagi, hati-hati jaga,” imbuhnya.
Maraknya perzinahan di perayaan Hari Valentine, Ustaz Abdul Somad memberikan solusi agar tidak terjerumus dalam dosa zina dengan embel-embel hari kasih sayang.
Ia menuturkan pada malam Hari Valentine agar dibuat pengajian di masjid-masjid.
“Malam 14 itu buat pengajian di masjid, pengajian menolak kemungkaran, tapi jangan buat malam ini pengajian kita tentang mengenang Valentino, jangan,” ujar UAS.
“Nanti malam mau acara, undangan dibuat sore,” imbuhnya.
Baca Juga: Wajib Tahu! Bagaimana Hukum Merayakan Valentine dalam Islam? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut
Lebih lanjut Ustaz Abdul Somad memberikan masukan kepada para orang tua agar melarang anaknya keluar di Hari Valentine.
Yakni dengan cara membawa anak-anak mereka untuk mengikuti pengajian dan tidak membiarkan keluar sendiri apalagi dengan pacarnya.
“Anak-anak muda, orang tuanya bawa. Jangan biarkan anak muda keluyuran. Kalau ada pacarnya jemput datang jangan diberikan izin untuk keluar itu solusinya,” pungkasnya.***

Share this article
Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad terkait hukum merayakan Hari Valentine dalam Islam, bolehkah?