AYOJAKARTA.COM--Dewasa ini masih banyak yang belum paham perbedaan dari bank syariah dan bank konvensional.
Keduanya sering kali dianggap sama karena sama sama memberikan fasilitas perbankan yang serupa.
Lantas dimana letak bedanya? Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional.
Seperti yang kita ketahui dunia perbankan baik syariah ataupun konvensional sama sama memberikan pelayanan baik simpanan atau pinjaman.
Baca Juga: Utang Menumpuk Karena Rezeki Seret? Tiru 4 Amalan Syekh Ali Jaber Berikut Agar Dikejar Rezeki
Walaupun tampak hasil akhirnya akan sama, Buya Yahya menghimbau sebagai umat muslim disarankan memilih bank dengan labeh syariah.
Meskipun kenyataan banyak bank syariah masih memiliki banyak kekurangan, tapi setidaknya kita tidak terlalu jauh melenceng dari syariah, ungkap Buya Yahya.
Selanjutnya anggapan masyarakat yang mengatakan bahwa bank syariah dan bank konvensional sama sama mencari untung, Buya Yahya menjawab bahwa sejak jaman nabi pun sudah ada yang mengatakan hal itu.
Baca Juga: Apakah Kredit Rumah dengan Sistem KPR Itu Riba? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Menurut Islam
“Ketika nabi mengharamkan riba atas perintah yang terdapat dalam ayat suci Al Quran, orang-orang yang saat itu hobi dengan riba langsung berkata apa bedanya antara jual beli dengan cari riba, bukankah sama sama cari untung juga? Kenapa ribet amat” tutur Buya Yahya.
Hal yang membedakan antara bank syariah dan bank konvensional terletak pada akad.
Keduanya memang sama sama memiliki akad, akan tetapi isi daripada akad bank syariah dan bank konvensional biasanya berbeda.
Buya Yahya memberikan contoh, agunan yang dijadikan dalam agunan kredit bank konvensional, apabila kreditur tidak mampu untuk membayar, maka agunan akan dijual tanpa sesuka bank sedangkan yang memiliki agunan tidak berhak sepeserpun.
Sedangkan kalau di bank syariah, agunan adalah jaminan hutang. Apabila kreditur atau peminjam tidak bisa melunasi hutang, maka agunan akan dijual, apabila ada kelebihan maka dikembalikan kepada pemilik.
Dalam hal pinjam meminjam, sebelum kredit diberikan pasti ada akad perjanjian yang disepakati.
Dalam bank syariah tidak ada istilah pinjam Rp100 juta mengembalikan Rp120 juta. Ada perbedaan akad yang diucapkan dari bank syariah dan bank konvensional.
Baca Juga: Mau Dagangan Laris Manis? Ustadz Abdul Somad: Lakukan Amalan Ini Setiap Pagi Sebelum Buka Toko
“Ingat yang membedakan adalah akad, dan dengan akad ini walaupun hasil akhirnya terlihat sama, tentunya sebenarnya berbeda” jelas Buya Yahya.
Meskipun hasilnya sama saja, tapi akad tersebutlah yang akan dipertanggungjawabkan kepada Allah nantinya.***

Share this article
Keduanya memang sama sama memiliki akad, akan tetapi isi dari akad bank syariah dan bank konvensional biasaya berbeda.