AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian satu keluarga di Kalideres hingga kini masih berupa tanda tanya besar meski banyak fakta sudah terungkap.
Namun masih banyak fakta aneh lainnya tentang kematian keluarga di Kalideres yang membuat banyak orang penasaran.
Berbagai fakta aneh ini makin membuat tanda tanya besar pada kasus kematian keluarga di Kalideres ini.
Keempat korban yang masih keluarga ini adalah bapak berinisial RG (71), anak berinisial DF (42), ibu berinisial RM (66), dan paman berinisial BG (68).
Baca Juga: Inilah 3 Paham yang Bisa Dikaitkan dengan Misteri Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres Menurut Pakar Kriminolog
Jenazah mereka baru ditemukan seminggu setelah meninggal dunia, hal ini menimbulkan kecurigaan keluarga.
Simak deretan fakta aneh soal kematian keluarga di Kalideres yang kasusnya masih diselidiki polisi.
1. Keluarga Yakin Bukan karena Kelaparan
Sebelumnya santer isu jika kematian keluarga ini disebabkan kelaparan karena tak ditemukan sisa makanan di lambung jenazah.
Namun Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap dugaan ini belum bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2022 Qatar Minggu Pertama, Simak di Sini!
Hal ini membuat mereka masih harus melakukan tim forensi melakukan penyelidikan secara ilmiah.
"Diksi kematian disebabkan karena kelaparan itu belum bisa dipertanggungjawabkan," ujar Kombes Hengki Haryadi dikutip AyoJakarta dari Suara.com pada Senin (14/11/2022).
Keraguan soal penyebab kematian ini juga diungkap oleh keluarga korban.
Terlebih Ris Astuti (64) mengetahui kondisi keuangan saudaranya tersebut bukan kekurangan.
"Kecil sih kalau menurut saya ya. Ini rada aneh juga sih saya juga bingung, misalnya kalau dia lapar, enggak ada makanan atau kurang buat makan, kan dia bisa menghubungi kita (keluarga)," kata Ris Astuti kepada wartawan.
2. Lokasi Perumahan Elite
Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko menyambangi lokasi kejadian yang berada di Kalideres.
Baca Juga: Cek Fakta: Brigadir Yosua Disebut Sering ke Diskotek dan Bergaya Mewah, Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Keempat jenazah tersebut tinggal di sebuah rumah yang cukup mewah di perumahan elite.
Ia juga mengatakan jika dugaan kematian ini sangat kecil, mengingat lokasi tempat tinggal mereka di perumahan elite.
"Tapi bukan berarti yang bersangkutan tidak memiliki pangan. Karena tetangganya jualan dan rumahnya juga kita lihat seperti ini ya," kata Yani.
Dugaan kelaparan ini memang muncul usai Dokter Forensik Polri mendapatkan adanya lambung yang sudah tak memiliki zat makan saat otopsi berlangsung.
3. Kecurigaan pada Benda Ini
Yani Wahyu Purwoko juga mencurigai ada yang mencoba menutupi kasus ini.
Hal ini karena ditemukan kapur barus yang ditaburkan ke tubuh jenazah tersebut.
Baca Juga: Ancang-ancang Laporkan Susi ART Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Siapkan Surat Kuasa dan Pasal
Disebutkan jika keempat korban tidak meninggal di waktu yang bersamaan.
Saat sang bapak meninggal dunia, jenazah ditaburi dengan kapur barus.
"Kemudian, berikutnya yang meninggal adalah ibunya, itu juga disikapi seperti itu," kata Yani.
Soal kapur barus ini juga diungkapkan oleh Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar, karena bisa menyerap bau.
"Kapur barus kan ada ditemukan di TKP, dokter forensik mengatakan bahwa kapur barus bisa menyerap bau," kata Syafri.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki soal kasus ini.***

Share this article
Keempat korban yang masih keluarga ini adalah bapak berinisial RG (71), anak berinisial DF (42), ibu berinisial RM (66), dan paman BG (68).