AYOJAKARTA.COM—Jamaah Haji Indonesia mulai kembali ke tanah air pada 15 Juli 2022 lalu. Fase pemulangan ini dilakukan secara bertahap hingga 30 Juli 2022 mendatang.
Pemulangan jamaah akan dilakukan melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Seperti diketahui, jamaah haji yang pulang berjumlah total 98 ribu orang lebih yang tergabung dalam 242 kloter. Terdiri atas 92.669 jamaah haji, 940 petugas.
Data terbaru sudah ada 9.551 jamaah haji Indonesia yang kembali ke Indonesia. Sebanyak 14 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
Baca Juga: Album SEVENTEEN Trending, Puncaki Tangga Lagu iTunes di 28 Negara
Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana mengatakan 14 jamaah haji yang positif Covid-19, dan berasal dari 2 daerah yang berbeda.
"Jadi dari total 9.551 jamaah yang sudah kembali ke Tanah Air, yang positif Covid-19 ada 14 jamaah. Sebanyak 13 dari Surabaya dan satu Solo," ungkap Budi saat dikonfirmasi, Selasa (19/7/2022) malam, dikutip dari Republika.co.id, Selasa (19/7/2022).
Imbuh Budi, saat ini, 14 jamaah haji tersebut menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing karena hanya menunjukan gejala ringan. Pihaknya, tegas Budi memastikan Pusat Kesehatan Haji, akan tetap melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari.
Baca Juga: Kisah Pilu Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur, Balita 3 Tahun Jadi Yatim Piatu
Diketahui, para jamaah haji dibekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH). Selama 21 hari masa pemantauan, apabila terdapat demam atau gejala sakit lainnya maka jamaah yang sakit segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH.
Budi melanjutkan, bila dalam kurun waktu 21 hari gejala penyakit tidak muncul, jamaah tetap diminta untuk menyerahkan K3JH kepada puskesmas terdekat.
Budi juga mengingatkan jemaah haji agar tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan jaga kebersihan diri setibanya jamaah di kampung halaman dan selama proses pemantauan kesehatan.
Baca Juga: Link Pendaftaran Sterilisasi Gratis Kucing Lokal 19-21 Juli di Jakarta, Klik Ini!
“Untuk memastikan jamaah tetap sehat sekembalinya ke Tanah Air,” ujar Budi.
Adapun langkah antisipasi Covid-19 di masa kepulangan haji ini, pemerintah memberlakukan upaya pengawasan kekarantinaan kesehatan dan protokol kesehatan yang ketat.
Mulai dari skrining kesehatan saat kedatangan jamaah haji di bandara internasional debarkasi. Skrining yang dimaksudkan adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jamaah di asrama haji debarkasi.
Baca Juga: Identitas 10 Korban Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur
Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala/gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang/berat akan dirujuk ke RS Rujukan COVID-19," jelas dr. Budi beberapa waktu lalu.***

Share this article
sudah ada 9.551 jamaah haji Indonesia yang kembali ke Indonesia. Sebanyak 14 orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19