AYOJAKARTA.COM – Status kepemilikan rumah dapat mengukur kondisi sosial ekonomi Kepala Rumah Tangga (KRT) Perempuan di DKI Jakarta.
Terdapat beberapa kategori kepemilikan rumah di DKI Jakarta, yaitu milik sendiri, kontrak atau sewa, bebas sewa, dan dinas.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat statistik Kepala Rumah Tangga Perempuan di DKI Jakarta pada tahun 2023.
Baca Juga: Tom Lembong Ditangkap, Cak Imin Mengaku Sedih dan Ingin Harapannya Terkabul
Dikutip dari laman jakarta.bps.go.id, Kamis (31/10/2024), diketahui 68,99 persen rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan di Jakarta tinggal di rumah milik sendiri.
Sementara, sisanya tidak tinggal di rumah milik sendiri dan tersebar ke rumah kontrak sebanyak 14,72 persen, rumah bebas sewa (termasuk warisan) sejumlah 15,05 persen, dan rumah dinas 1,24 persen.
Jika dibagi secara kewilayahan, dapat diketahui mayoritas KRT perempuan di setiap kota di DKI Jakarta tinggal di rumah milik sendiri.
Berikut adalah persentase kepala rumah tangga berdasarkan status kepemilikan rumah di DKI Jakarta.
1. Jakarta Utara
- Milik Sendiri: 65,05 persen
- Kontrak/Sewa: 19,82 persen
- Bebas Sewa: 9,40 persen
- Dinas: 5,74 persen
2. Jakarta Barat
- Milik Sendiri: 71,02 persen
- Kontrak/Sewa: 13,17 persen
- Bebas Sewa: 15,81 persen
- Dinas: 0,00 persen
Baca Juga: Tom Lembong Tersangka Kasus Korupsi Impor Gula, Anies Baswedan Beri Dukungan, Ini Katanya!
3. Jakarta Pusat
- Milik Sendiri: 64,29 persen
- Kontrak/Sewa: 12,11 persen
- Bebas Sewa: 23,59 persen
- Dinas: 0,00 persen
4. Jakarta Timur
- Milik Sendiri: 74,07 persen
- Kontrak/Sewa: 8,40 persen
- Bebas Sewa: 16,41 persen
- Dinas: 1,12 persen
5. Jakarta Selatan
- Milik Sendiri: 65,98 persen
- Kontrak/Sewa: 23,01 persen
- Bebas Sewa: 11,01 persen
- Dinas: 0,00 persen
Baca Juga: Mulai Rp5 Jutaan, Ini Dia 4 Pilihan Laptop Lenovo untuk Berbagai Kebutuhan
6. Kepulauan Seribu
- Milik Sendiri: 86,07 persen
- Kontrak/Sewa: 1,83 persen
- Bebas Sewa: 12,10 persen
- Dinas: 0,00 persen
Apabila dibandingkan dengan kondisi rumah tangga secara keseluruhan, persentase rumah tangga yang tinggal di rumah milik sendiri pada KRT Perempuan lebih tinggi daripada persentase yang ditempati KRT perempuan.
Perbandingannya adalah 56,57 persen untuk rumah tangga secara umum yang tinggal di hunian milik sendiri, sedangkan rumah dengan KRT perempuan sebesar 68,99 persen.
Mengacu pada data diatas, Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan persentase tertinggi rumah yang ditempati KRT perempuan dengan status milik sendiri, yaitu sebesar 86,07 persen.
Secara kondisi sosial ekonomi memang Kepulauan Seribu relatif lebih rendah, tetapi karena mayoritas penduduknya merupakan kelahiran setempat, dan lebih sedikit pendatang yang masuk ke daerah tersebut, penghuni rumah kontrakan relatif lebih sedikit.
Justru, wilayah yang paling banyak KRT perempuan tinggal di rumah kontrakan atau sewa adalah Jakarta Utara.***
Share this article
Status kepemilikan rumah dapat mengukur kondisi sosial ekonomi Kepala Rumah Tangga (KRT) Perempuan di DKI Jakarta.