AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Pengelola (BP) Danantara mengelola proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Jakarta.
Ibu kota DKI Jakarta menjadi kota yang dipilih untuk PLTSa karena infrastruktur yang paling siap.
"Jadi, untuk hal yang berkaitan dengan PLTSa, kami sudah berkali-kali duduk dengan Danantara dan sudah disepakati karena memang Jakarta dibandingkan dengan daerah lain pasti infrastrukturnya lebih siap," ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip ayojakarta.com pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Baca Juga: Catat! Besok 17 Oktober 2025, 5.420 Kuota Pengajuan SDUWHV Kembali Dibuka Ditjen Imigrasi!
Dengan pembangunan PLTSa ini diharapkan akan menjadi salah satu solusi DKI Jakarta dalam menangani sampah.
Sebagai informasi, volume sampah harian di Jakarta bahkan mencapai 8.000 ton per harinya.
Tempat pembuangan sampah terbesar di Jakarta yakni Bantargebang pun diketahui sekarang memiliki 55 juta ton sampah.
PLTSa diketahui akan menghasilkan 35 megawatt dengan 2.500-3.000 ton per PLTSa.
Pramono berharap dengan adanya PLTSa ini dapat membuat investor serta kontraktor untuk bekerjasama terlebih potensi bersama PLN.
"Dengan PLN pasti kita akan bisa dikerjasamakan karena dengan kalau memang per kWh-nya 20 sen, maka tidak perlu tipping fee. Sehingga dengan demikian, saya yakin persoalan sampah di Jakarta akan segera terselesaikan," tandasnya.
Hadirnya PLTSa di Indonesia bukanlah hal baru, berikut beberapa daerah yang pernah menggunakan PLTSa sesuai dengan Perpres Nomor. 35 Tahun 2018:
Baca Juga: Atasi Banjir, Progres Pembangunan Waduk Giri Kencana di Cilangkap Capai 54,5 Persen!
- Jakarta
- Tangerang
- Bandung
- Semarang
- Surakarta (Solo)
- Surabaya
- Makassar
- Palembang
- Denpasar
- Bekasi
- Manado
- Medan
PLTSa Surabaya (Benowo) diketahui menjadi contoh paling sukses, beberapa kota lain masih dalam tahap pengembangan.***
Share this article
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Pengelola (BP) Danantara mengelola proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Jakarta.