AYOJAKARTA.COM - Rencana pemindahan kampus Institut Kesenian Indonesia (IKJ) di kawasan Kota Tua, belakangan ini menjadi perbincangan.
Rencana ini awalnya disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono mengatakan bahwa tujuan pemindahan IKJ ini adalah untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua.
Nantinya, di kawasan tersebut akan menjadi pusat kebudayaan dan kesenian yang berkelanjutan.
Pramono menilai jika Kota Tua adalah kawasan yang bagus dan cocok untuk panggung kesenian.
"Memang di Kota Tua itu tempatnya bagus banget. Saya sudah beberapa kali melihat dan untuk itu harus ada panggung kesenian yang terus-menerus diadakan," ujarnya.
Terkait rencana ini, Rektor IKJ Syamsul Maarif pun memberikan tanggapan.
Ia mengaku mendukung rencana IKJ yang akan dipindah ke kawasan Kota Tua.
Syamsul siap, jika ke depan IKJ di Kota Tua akan menjadi pusat kebudayaan.
Kendati demikian, ia Syamsul menilai jika IKJ tidak dipindah secara total dari kampus yang sekarang.
Sebagai informasi, kampus IKJ saat ini berdiri di Komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya 73 Jakarta Pusat.
Sebab melihat dari kampus lain, tentunya sebuah kampus atau universitas itu tidak hanya memiliki satu saja.
Lebih lanjut, Syamsul mengatakan pihaknya juga masih menunggu proses selanjutnya dari pemerintah terkait rencana pemindahan IKJ ini.
Sehingga ia belum bisa berbicara secara detail.***

Share this article
Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mengaku memberi dukungan terkait rencana pemindahan kampus ke kawasan Kota Tua.