AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta menggandeng kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk memajukan seni dan budaya.
Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung Jakarta sebagai kota global berbudaya dan inklusif.
Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta bersama IKJ akan menjadikan kawasan Kota Tua sebagai etalase seni budaya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap, IKJ bisa sering tampil di berbagai forum yang akan digelar tahun 2026 di kawasan Kota Tua.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Upgrade Lampu hingga Struktur Baja JPO, Makin Nyaman dan Layak Bagi Pejalan Kaki
Selain itu, Pramono juga ingin membangun ekosistem di Taman Ismail Marzuki, termasuk IKJ menjadi lebih baik.
Diharapkan dengan rencana ini, nantinya IKJ bisa lebih tertata dan terbuka bagi siapapun yang berkunjung.
Sementara itu, Rektor IKJ Syamsul Maarif mengatakan bahwa IKJ akan menyiapkan masterplan untuk menjadikan Kota Tua sebagai etalase dan panggung bagi kesenian yang ditampilkan.
Syamsul juga meminta dukungan Pemprov DKI untuk melanjutkan pembangunan gedung di Fakultas Seni Rupa yang sempat mangkrak.
Baca Juga: BNI Diganjar Penghargaan karena Dorong Inklusi Keuangan hingga ke Desa
Sebelumnya, Pramono juga telah merencanakan kampus IKJ yang saat ini berlokasi di Komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya 73 Jakarta Pusat akan dipindah di kawasan Kota Tua.
Pramono mengatakan tujuan pemindahan IKJ ini adalah untuk kembali menghidupkan kawasan Kota Tua.
Pramono mengaku pihaknya saat ini telah melakukan pendalam terkait rencana pemindahan IKJ.
Ia berharap dengan dipindahnya IKJ nanti, bisa jadi pemantik atau inisiator yang efektif untuk menghidupkan Kota Tua.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk mewujudkan Kota Tua sebagai etalase seni dan budaya.