AYOJAKARTA.COM - Salah satu proyek DKI Jakarta yang menyita perhatian ialah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.
Proyek yang sempat dilakukan uji coba dengan kapasitas sampah mencapai 2.500 ton ini harus berhenti sementara untuk dilakukan evaluasi.
Hal ini karena banyaknya kontras dari masyarakat yang berada di sekitar tempat RDF Plant Rorotan tersebut.
Baca Juga: Segera Hadir! Indonesia Sports Summit (ISS) 2025, Ajang Pertemuan Para Penggerak Industri Olahraga
Adanya evaluasi mengenai proyek RDF Rorotan Plant ini mendapat dukungan dari Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike.
Yuke menyebutkan masyarakat terlebih dahulu harus memahami tujuan dibangunnya RDF Plant Rorotan sebagai fasilitas pengolahan sampah modern.
“Kami menekankan bahwa RDF ini bukan hanya soal teknologi pengolahan sampah, tetapi juga tentang edukasi publik," katanya, usai rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (11/11).
Selain itu hadirnya RDF Plant Rorotan ini untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Bantar Gebang sekaligus menjadi solusi pengelolaan sampah di Jakarta.
Lebih lanjut Yuke menyebutkan masalah yang ramai di masyarakat mengenai proyek ini, menurutknya sumber bau bukan berasal dari proses pengolahan di dalam RDF, melainkan dari armada pengangkut sampah yang masih menggunakan konvektor lama.
“Sebagian kendaraan pengangkut kondisinya belum prima. Saat hujan dan sampah tercampur air, terjadi kebocoran yang menimbulkan bau di sepanjang jalur pengangkutan,” pungkasnya.
Ia memastikan bahwa DLH dan pihak RDF Rorotan telah mengambil langkah antisipatif dengan menggandeng tenaga ahli untuk memperkuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui penambahan chemical treatment, serta melakukan penyemprotan deodorisasi di area bunker guna menekan aroma sampah semaksimal mungkin.
Yuke menegaskan pentingnya komunikasi dan transparansi informasi kepada masyarakat.
Dari hasil pemantauan kualitas udara di sekitar RDF Rorotan sejauh ini masih berada dalam batas aman.
Sebagai informasi, RDF Rorotan ditargetkan kembali beroperasi dalam dua pekan ke depan setelah seluruh perbaikan selesai dilakukan.
“Jika semua proses berjalan lancar, Desember RDF sudah bisa beroperasi normal kembali, dan pada Januari 2026 ditargetkan mampu mencapai kapasitas penuh 2.500 ton per hari,” ungkapnya.***

Share this article
Yuke menyebutkan masyarakat terlebih dahulu harus memahami tujuan dibangunnya RDF Plant Rorotan sebagai fasilitas pengolahan sampah modern.