AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta akan memberi pelatihan kepada sopir JakLingko yang judes hingga ugal-ugalan.
Sikap para sopir ini tentunya dinilai tidak profesional dalam bekerja.
Nantinya, pelatihan ini akan dijalankan lewat Transjakarta Academy.
Para sopir yang sudah mengikuti pelatihan nantinya bisa mendapat sertifikasi.
Baca Juga: Tegas! Pengemudi Jaklingko yang Terbukti Ugal-ugalan Siap-siap akan Dicopot
Disampaikan oleh Staf Gubernur DKI Jakarta Komunikasi Publik, Chico Hakim, kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi publik.
Selain itu, Transjakarta juga menyiapkan 1000 sopir baru yang nanti akan mengikuti pelatihan sebelum menggantikan sopir JakLingko lama.
Untuk sopir lama, diwajibkan ikut pelatihan untuk memperpanjang sertifikat yang berlaku tiga tahun.
Bagi sopir yang lolos palatihan nantinya akan diprioritaskan mengemudi armada baru.
Baca Juga: Jadi Panduan Lingkungan Hidup Selama 30 Tahun, Pemprov DKI Jakarta Godok RPPLH Provinsi 2025-2055
Sedangkan bagi sopir yang tidak lolos pelatihan selama dua kali diberi pelatihan remedial gratis dan pilihan untuk pindah ke rute non mikrotrans.
Mereka akan mengikuti pelatihan dengan kurikulum yang mencakup defensive driving, service excellence, safety & emergency, digital ticketing, serta etika profesi.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa ia setuju dengan rencana pelatihan bagi para sopir.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Watch 6 Rilis Tahun 2025, Benarkah Samsung Galaxy Watch 6 Masih Lebih Unggul?
Sebab, selama ini Pram mengaku sering kali mendapat keluhan dari penumpang.
"Sering kali keluhannya di JakLingko ini kan kayak yang punya mobil sendiri, bawa keluarganya, ngebut, dan sebagainya," ujarnya.
Pram juga mengatakan bahwa pelatihan ini tak hanya untuk meningkatkan standar pelayanan, tapi juga membuka peluang kerja baru bagi warga Jakarta.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta siap beri pelatihan bagi sopir yang judes dan ugal-ugalan, jika tidak lolos ini yang dilakukan.